PUTRI HIJAU — Polsek Putri Hijau (PUT) meningkatkan frekuensi patroli di jalur Lintas Curup-Lubuklinggau sebagai langkah antisipasi terhadap aksi begal dan jambret. Sebanyak 12 personel dikerahkan setiap harinya untuk menyisir titik-titik yang dinilai rawan kejahatan di ruas jalan yang menghubungkan dua kabupaten tersebut.
Kapolsek PUT, Iptu Hendra Gunawan, mengatakan patroli ini merupakan respons atas laporan warga yang mengeluhkan aksi kejahatan jalanan. "Kami tidak ingin memberi celah bagi pelaku kejahatan. Patroli ini akan terus kami lakukan secara rutin, terutama pada jam-jam rawan seperti malam hari," ujarnya, Senin (15/4).
Jalur Lintas Curup-Lubuklinggau dikenal memiliki medan yang sepi dan minim penerangan di beberapa titik. Kondisi ini kerap dimanfaatkan pelaku begal dan jambret untuk melancarkan aksinya. Berdasarkan data kepolisian, sebagian besar aksi terjadi pada malam hari saat arus lalu lintas mulai sepi.
Selain patroli berjalan kaki di titik-titik tertentu, Polsek PUT juga melakukan razia kendaraan secara acak. Pemeriksaan surat-surat kendaraan dan barang bawaan pengendara dilakukan untuk mencegah peredaran senjata tajam yang kerap digunakan pelaku.
Iptu Hendra menambahkan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan Polsek jajaran di Kabupaten Rejang Lebong dan Lubuklinggau untuk memperkuat pengamanan di perbatasan. "Kami tidak bisa bekerja sendiri. Koordinasi lintas wilayah sangat penting agar pelaku tidak bisa kabur ke daerah lain," jelasnya.
Polsek PUT mengimbau pengendara yang melintas di jalur Curup-Lubuklinggau untuk selalu waspada, terutama saat melintas di malam hari. Masyarakat diminta segera melapor ke pos polisi terdekat jika melihat gerak-gerik mencurigakan atau menjadi korban kejahatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam aksi kejahatan di jalur tersebut. Patroli rutin akan terus digencarkan hingga situasi dinilai benar-benar kondusif.