Emas di Perut Pani Tembus 7 Juta Ounce, EMAS Pengeboran 3.600 Meter demi Cari Cadangan Baru

Penulis: Syaiful Bahri  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57:01 WIB
Rig pengeboran beroperasi di Tambang Emas Pani untuk mengeksplorasi cadangan baru hingga kedalaman 3.600 meter.

SUMATERA SELATAN — Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, bukan tambang biasa. Saat ini, perusahaan mencatat estimasi sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton — setara 7 juta ounces. Namun, angka itu baru berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektare, masih secuil dari total konsesi yang mencapai 14.670 hektare.

Manajemen EMAS menilai peluang di kedalaman masih menggoda. Hasil eksplorasi sebelumnya menunjukkan indikasi mineralisasi emas berlanjut di luar batas pengeboran yang sudah dilakukan. Karena itu, perusahaan mengerahkan satu unit rig pengeboran untuk menguji enam titik bor di tahap awal. Satu rig tambahan dijadwalkan mulai beroperasi bulan depan untuk mempercepat proses.

Menggali Lebih Dalam, Mengejar Prospek Baru

Presiden Direktur EMAS, Boyke Abidin, mengatakan dimulainya fase produksi di Pani memberi ruang lebih bagi perusahaan untuk kembali menguji potensi di kedalaman yang belum pernah dieksplorasi. "Seiring dimulainya produksi di Pani, Perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Boyke menambahkan, program ini dirancang fleksibel. "Program ini juga memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih lanjut apabila hasil pengeboran menunjukkan potensi yang positif," kata dia. Artinya, jika temuan awal menjanjikan, jumlah titik bor dan total kedalaman bisa diperluas.

Kolokoa dan Lone Pine: Tambahan Amunisi Emas

EMAS tidak hanya fokus di Pani. Di prospek Kolokoa, perusahaan telah menyelesaikan pengeboran awal sebanyak 54 lubang dengan total kedalaman 11.701,6 meter. Dengan biaya eksplorasi sekitar USD 2,4 juta atau setara Rp 38,4 miliar (kurs Rp 16.000), perusahaan menetapkan target eksplorasi 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3 hingga 0,5 gram per ton.

Target itu dinilai cukup untuk memperkuat portofolio aset emas perseroan. Manajemen saat ini tengah menyiapkan estimasi awal sumber daya mineral Kolokoa yang dijadwalkan diumumkan pada kuartal II 2026.

Selain itu, agenda eksplorasi lanjutan di area Lone Pine sudah menanti pada semester II 2026. Di sana, perusahaan akan menggunakan teknologi canggih: survei geofisika Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter pada Juni hingga Juli 2026.

Semua hasil eksplorasi, kata manajemen, akan dilaporkan sesuai standar internasional JORC Code 2012 dan KCMI 2017. Langkah ini untuk menjaga transparansi dan kualitas pelaporan sumber daya mineral — sekaligus sinyal bagi investor bahwa data yang disajikan bisa diandalkan.

Dengan total wilayah konsesi yang masih 99 persen lebih belum dieksplorasi secara detail, potensi tambahan cadangan emas di Pani dan sekitarnya masih jauh dari kata selesai.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top