Hadapi Musim Kemarau 2026, BPBD Muara Enim Siapkan 12 Motor Pemadam Api untuk Jangkau Lahan Sulit

Penulis: Ferdian Syah  •  Senin, 01 Juni 2026 | 13:20:01 WIB
BPBD Muara Enim menyiapkan 12 motor pemadam api untuk akses lahan sulit di musim kemarau 2026.

MUARA ENIM — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muara Enim memasuki fase kritis. Menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli-Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menetapkan status siaga darurat selama 123 hari, terhitung sejak 1 Mei lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan pihaknya tidak hanya mengandalkan mobil pemadam kebakaran konvensional. Sebanyak 12 unit kendaraan roda dua dan roda tiga telah dimodifikasi menjadi motor pemadam api.

Motor Pemadam untuk Lahan yang Tak Termanuver Mobil Damkar

Motor-motor ini dirancang khusus untuk menjangkau titik-titik api di lahan gambut, perkebunan, atau area terpencil yang akses jalannya sempit dan berlumpur. "Motor penyemprot air ini disiapkan untuk pemadaman api di daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat," ujar Abdurrozieq saat dikonfirmasi, Minggu.

Alat ini juga menjadi solusi untuk kebakaran di permukiman padat penduduk. Di gang-gang sempit perkotaan Muara Enim, mobil damkar sering kali kesulitan bermanuver. Dengan motor ini, petugas bisa merespons lebih cepat.

Cara kerja motor ini cukup sederhana namun efektif. Sebuah pompa keong dipasang pada mesin kendaraan. Pompa tersebut mampu menyedot air dari sungai terdekat atau mobil suplai damkar, lalu menyemprotkannya ke titik api.

Fakta Singkat: Perlengkapan Pemadam Karhutla Muara Enim 2026

  • 12 unit motor pemadam (roda dua dan tiga) yang dimodifikasi.
  • 30 unit mesin pompa air portabel.
  • 200 rol selang pemadam untuk distribusi air jarak jauh.
  • 1 unit mobil rescue dan 1 unit mobil tangki air sebagai suplai cadangan.

Mengapa Status Siaga Darurat Ditetapkan Sekarang?

Penetapan status siaga darurat sejak 1 Mei merupakan langkah antisipasi dini. Abdurrozieq menjelaskan, prediksi BMKG menunjukkan puncak musim kemarau di Sumatera Selatan akan terjadi pada Juli-Agustus. Pada periode tersebut, potensi titik api meningkat drastis karena kondisi lahan yang kering.

"Status ini berlaku selama 123 hari hingga 31 Agustus 2026. Kami ingin semua peralatan dan personel sudah siap sebelum api mulai menyala," katanya.

Dengan kesiapan 12 motor pemadam dan puluhan unit pompa air, BPBD Muara Enim berharap respons pertama terhadap karhutla bisa lebih cepat. Targetnya, api bisa dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan kabut asap yang mengganggu warga.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top