SUMATERA SELATAN — Keputusan ini disampaikan Erick dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6). Ia mengungkapkan, anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Asian Games tahun ini mengalami penurunan signifikan, dari Rp 389,8 miliar pada 2022 menjadi hanya Rp 81 miliar. Meski begitu, Menpora memastikan alokasi untuk keberangkatan kontingen tetap menjadi prioritas utama.
Erick menjelaskan, penurunan target dari tujuh menjadi empat medali emas bukan tanpa alasan. Tiga nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi lumbung emas Indonesia—10m running target dan 10m running target mixed (menembak), serta traditional boat race—dipastikan tidak dipertandingkan pada Asian Games 2026.
“Pada Asian Games 2022, Indonesia meraih tujuh emas. Target kini menurun karena tiga nomor pertandingan tidak lagi dipertandingkan. Dengan kondisi saat ini, target kita di Asian Games tahun ini adalah empat medali emas,” jelas Menpora Erick dalam rapat tersebut.
Untuk mengoptimalkan peluang di tengah keterbatasan, Erick mengaku telah bertemu dengan sejumlah cabang olahraga (cabor), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Pertemuan ini bertujuan menyusun strategi terbaik demi menjaga prestasi Indonesia di tingkat Asia.
Menpora juga menyoroti pentingnya dukungan pendanaan tambahan dari para pemangku kebijakan. Ia menilai perhatian lebih sangat dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan atlet dan pelatih yang telah berkorban demi mengharumkan nama bangsa.
Erick mengapresiasi keterlibatan sejumlah tokoh penting dalam pembinaan olahraga nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang juga menjabat Ketua Umum Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), dinilai aktif mendorong prestasi di cabang angkat besi. Hal serupa dilakukan Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
“Banyak figur yang sudah bekerja keras. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak pemangku kebijakan yang terus memberikan perhatian lebih kepada atlet dan pelatih kita,” pungkas Menpora Erick.