SMAN 7 Palembang Sambut 320 Siswa Baru dengan Ikat Kepala Bali, MPLS 2026 Usung Tema Kebhinekaan

Penulis: Ferdian Syah  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:49:31 WIB
siswa baru SMAN 7 Palembang mengikuti MPLS dengan atribut ikat kepala Bali sebagai simbol kebhinekaan.

PALEMBANG — Sekolah yang berlokasi di Kota Palembang ini menggelar MPLS selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat pekan ini. Tema besar yang diusung adalah Kebhinekaan, sebuah pilihan yang sengaja diambil untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta didik baru di tengah masa transisi dari SMP ke SMA.

Mengapa Atribut Bali yang Dipilih, Bukan Sriwijaya?

Kepala SMAN 7 Palembang, Dra. Nurdwin Indriyanti, menjelaskan bahwa pemilihan atribut budaya Bali bukan tanpa alasan. "Kami ingin mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa sejak hari pertama mereka masuk sekolah," ujarnya.

Menurutnya, tema besar tahun ini adalah Kebhinekaan, sehingga pengenalan budaya tidak terbatas pada lokal Sumatera Selatan. Atribut ikat kepala Bali menjadi simbol bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan pemisah.

Bukan Sekadar Perkenalan, Ini Fokus Pembentukan Karakter

MPLS tahun ini tidak hanya berisi pengenalan fasilitas sekolah seperti ruang kepala sekolah, ruang guru, dan ruang Bimbingan Konseling (BK). Pihak sekolah menekankan bahwa masa transisi dari SMP ke SMA merupakan fase kritis untuk membangun pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

"Pembentukan karakter menjadi fokus utama," tegas Nurdwin. Sekolah juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan bersifat edukatif, menyenangkan, ramah anak, serta bebas dari kekerasan dan perundungan (bullying). Budaya Senyum, Sapa, dan Salam (3S) diterapkan kepada seluruh warga sekolah, termasuk guru dan petugas kebersihan.

14 Ekstrakurikuler Dipamerkan, Target Prestasi 3 Tahun ke Depan

Dari total 320 siswa baru yang diterima, sekolah berharap akan lahir prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Untuk mewadahi minat dan bakat, sebanyak 14 organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler diperkenalkan melalui demonstrasi dan pameran penghargaan.

"Kami ingin siswa baru dapat mengenal setiap organisasi, kemudian memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka," jelas Nurdwin. Ia menambahkan, selama tiga tahun ke depan, potensi peserta didik akan dimaksimalkan agar menjadi generasi yang membanggakan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Menutup rangkaian MPLS, Nurdwin mengajak seluruh siswa baru mengikuti kegiatan dengan semangat, disiplin, dan antusias. Ia berharap langkah awal ini menjadi fondasi kuat bagi para siswa untuk beradaptasi, membangun karakter, dan meraih prestasi di SMAN 7 Palembang.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: haluansumatera.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top