Petani di OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Kebun Kopi, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 17:33:31 WIB
Tim medis mengevakuasi jenazah seorang petani dari perkebunan kopi di Desa Sukarena, Kecamatan Tiga Dihaji, OKU Selatan.

OKU SELATAN — Peristiwa ini bermula saat warga Desa Sukarena, Kecamatan Tiga Dihaji, melaporkan S tidak kembali ke rumah sejak Sabtu pekan lalu. Pemerintah desa kemudian meneruskan laporan penemuan jasad korban ke Polsek Buay Sandang Aji.

Personel kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area. Tim medis dari Puskesmas Peninggiran turut mengevakuasi korban dari perkebunan kopi milik warga setempat.

Hasil Pemeriksaan Medis: Tak Ada Luka Kekerasan

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana menyatakan bahwa petugas medis telah melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan fisik.

“Petugas medis telah melakukan pemeriksaan luar dan tidak menemukan indikasi kekerasan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara serta keterangan para saksi, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri,” ujar I Made, Senin (20/7/2026).

Polisi menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni musibah dan tidak ada unsur pidana. Pihak keluarga korban pun menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi maupun visum et repertum.

Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Imbau Warga Tak Berspekulasi

Penolakan terhadap tindakan medis forensik itu telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Surat tersebut ditandatangani di hadapan Kepala Desa Sukarena sebagai saksi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi respons cepat personel di lapangan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Nandang.

Ia juga meminta publik menghormati privasi keluarga korban yang tengah berduka dan tidak berspekulasi terkait penyebab kematian petani tersebut.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: suarapublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top