SALATIGA — Antrean warga terlihat mengular sejak pagi di balai desa setempat. Mereka diarahkan petugas untuk menjalani pemeriksaan awal berupa penimbangan berat badan dan pengecekan tekanan darah sebelum bertemu dokter.
Tim medis yang diterjunkan membawa perlengkapan pemeriksaan dasar dan stok obat-obatan yang beragam. Berdasarkan konsultasi di lapangan, sebagian besar pasien mengeluhkan gangguan kesehatan ringan hingga penyakit degeneratif.
“Pegal linu, hipertensi, asam urat, gangguan pencernaan, sampai ISPA jadi keluhan utama yang paling banyak ditemukan,” ujar perwakilan tim medis RSI Tunas Harapan Salatiga dalam keterangannya.
Selain mendapatkan obat secara cuma-cuma, para pasien juga mendapat edukasi kesehatan secara personal. Dokter dan perawat memberikan petunjuk soal pola makan sehat, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta gaya hidup aktif agar penyakit tidak kambuh.
Pihak RSI menyebut kegiatan ini sebagai bentuk bakti husada dan kepedulian terhadap masyarakat di sekitar Salatiga dan Kabupaten Semarang. Mereka berharap layanan ini bisa membantu deteksi dini masalah kesehatan warga desa.
Salah seorang warga lansia mengaku sangat terbantu bisa mengecek kondisi kesehatan rutin tanpa harus pergi jauh ke pusat kota atau puskesmas kecamatan. Akses menuju fasilitas kesehatan rujukan memang membutuhkan waktu dan biaya transportasi yang tidak sedikit bagi sebagian warga Desa Cukil.
Kerja sama antara fasilitas kesehatan dan pemerintah desa dinilai menjadi langkah nyata meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat setempat.
Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga siang hari. Warga berharap program bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan berkala seperti ini bisa terus berkelanjutan di masa mendatang.