PALEMBANG — Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat dengan iringan pusaka Kesultanan berupa Al-Qur’an, keris, dan pedang, serta pembacaan syair Sultan Mahmud Badaruddin II. Rangkaian acara diawali masuknya Sultan beserta rombongan, dilanjutkan dengan pembacaan Wartikah Sultan Nomor Kesultanan Palembang Darussalam/Kerabat Dalam/005/VII/2026 yang menetapkan gelar Pangeran Natogamo KH Yahya Cholil Staquf.
Sejumlah tokoh Kesultanan, pengurus PBNU, PWNU Sumatera Selatan, budayawan, dan tokoh masyarakat turut menyaksikan prosesi. Penyematan pin, pengalungan selempang kebesaran, serta penyerahan Wartikah secara langsung oleh Sultan SMB IV menjadi puncak acara.
Sultan Mahmud Badaruddin IV menyatakan bahwa Gus Yahya dinilai layak menerima gelar karena kontribusinya yang nyata terhadap adat dan budaya Indonesia, termasuk bagi Kerabat Kesultanan. “Gerakan-gerakan Nahdlatul Ulama juga telah memberikan nuansa yang baik sehingga Palembang tetap kondusif,” ujar Sultan dalam sambutannya.
Ia mengungkapkan hubungan historis antara Kesultanan dan NU telah terjalin lama, terutama melalui garis keluarga dari kakeknya, KH Husein Affandi Samadani, tokoh NU yang pernah menjadi penasihat Kedutaan Besar RI di Arab Saudi. “Kami merasa menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama,” tambahnya.
Ke depan, Sultan berharap sinergi dalam pengembangan adat dan budaya Palembang terus diperkuat melalui pendekatan agama, budaya, maupun media. Ia menegaskan pemberian gelar merupakan tradisi Kesultanan kepada tokoh yang berjasa dalam pelestarian budaya. “Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan,” tegasnya.
Sultan juga berharap PBNU semakin memperkuat perannya dalam menjaga persatuan bangsa dan memperluas kiprah di bidang pendidikan.
Gus Yahya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kehormatan yang diterima. “Alhamdulillah, saya menyampaikan terima kasih, rasa syukur, dan bangga karena menerima kehormatan dari keluarga Kesultanan Palembang,” katanya. Ia berjanji akan menjaga amanah dengan menjunjung tinggi nilai dan tradisi Kesultanan.
Menurut Gus Yahya, Kesultanan Palembang merupakan warisan peradaban besar Nusantara yang berperan penting dalam menjaga harmoni dan persatuan bangsa. “Mudah-mudahan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur terus menjadi perekat persatuan bangsa dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju,” pungkasnya.