MUBA — Penghargaan tingkat provinsi yang diraih Program Keluarga Maju (PKM) bukan sekadar seremoni. Bupati Muba HM Toha Tohet menegaskan bahwa capaian itu harus dibuktikan dengan manfaat nyata di lapangan. "Prestasi ini patut disyukuri tapi jangan dibanggakan. Yang kita banggakan jika PKM ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Musi Banyuasin," ujarnya.
PKM dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga miskin. Kepala Bapperida Muba Dr Mursalin menjelaskan, sasaran program adalah masyarakat kategori Desil 1 hingga Desil 5 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Bentuk bantuan meliputi modal usaha, pelatihan kerja bersertifikat kompetensi, hingga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.
Setiap calon penerima melewati tahapan ketat. Data dari DTSEN diseleksi, lalu diinput ke sistem informasi pemerintah daerah. Petugas kemudian melakukan verifikasi dan validasi secara door to door untuk memastikan ketepatan sasaran. Setelah bantuan disalurkan, pemerintah bersama pemangku kepentingan lain melakukan monitoring dan evaluasi berkala.
Pelaksanaan PKM tahun 2026 melibatkan empat perangkat daerah: Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Masing-masing bertanggung jawab pada skema bantuan sesuai bidangnya.
Sejumlah penerima manfaat mengaku terbantu. Siti Aminah, warga Desa Sukarami, memanfaatkan bantuan untuk berjualan makanan. "Alhamdulillah, dari bantuan PKM saya bisa buka usaha kecil-kecilan. Hasilnya sangat membantu ekonomi keluarga," katanya.
Santi Metri dari Desa Karang Anyar membuka usaha sembako. "Sekarang saya punya usaha sendiri. Bisa bantu suami dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Alhamdulillah tidak ada biaya pemotongan, kami menerima bantuan penuh," ujarnya. Sementara Nafsiah, warga Balai Agung, memilih usaha peternakan ayam sebagai penopang utama kebutuhan keluarga.
Meski PKM berhasil membawa Muba ke pentas nasional, Bupati Toha mengingatkan agar fokus tetap pada dampak sosial. "Melalui PKM ini bertambah pelaku usaha, bertambah warga yang bekerja di perusahaan, serta bertambah anak-anak kita yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," jelasnya. Program yang memiliki landasan hukum kuat ini direncanakan terus diperluas jumlah penerima manfaat pada tahun-tahun mendatang, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.