Hidup 20 Tahun dalam Gelap, Keluarga di Semarang Kini Nikmati Listrik PLN Gratis

Penulis: Khairul Anwar  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 11:57:31 WIB
Setelah 20 tahun hidup tanpa penerangan, keluarga Munarti di Dusun Rejowinangun kini menikmati listrik gratis dari program zakat karyawan PLN.

SUMATERA SELATAN

Dua Dekade dalam Kegelapan

Selama 20 tahun, Munarti (55) bersama suami dan putranya, Muhamad Tejo Pramono (15), hidup tanpa penerangan listrik di tengah kebun. Rumah mereka di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, hanya berjarak puluhan meter dari jalan raya, tapi belum tersambung jaringan PLN karena kendala teknis.

Malam hari, mereka hanya mengandalkan cahaya lampu sentir — lampu minyak tradisional — yang bahan bakarnya kerap harus disisihkan dari minyak goreng untuk memasak. "Senang sekali. Biasanya pakai sentir, sekarang ada lampu, saya senang. Sungguh saya senang," kata Munarti, Kamis (23/7).

Program Zakat Karyawan PLN

General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari program YBM PLN. “PLN memberikan bantuan pasang baru listrik gratis untuk Munarti dan Muhroji, dengan sumber dana dari YBM PLN, yang merupakan lembaga amil zakat di lingkungan PT PLN (Persero) yang bersumber dari dana pribadi rekan-rekan yang dipotong,” ujarnya, Senin.

Petugas PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambarawa langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan. Mereka melakukan survei, pengukuran, dan akhirnya memasang instalasi listrik secara gratis. Dua lampu kini menerangi teras dan ruang tamu, serta satu stop kontak tersedia di rumah keluarga tersebut.

Komitmen Pelayanan untuk Warga Terpencil

Manager PLN UP3, Y.B. Wawan Dwi P., menegaskan setiap usulan sambungan listrik akan ditindaklanjuti dengan survei dan verifikasi teknis. “PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap usulan yang kami terima akan kami tindak lanjuti segera melalui survei dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ia berharap sinergi dengan pemerintah desa dan kecamatan terus diperkuat agar kebutuhan kelistrikan warga teridentifikasi lebih cepat. Ke depan, PLN membuka peluang bagi desa-desa lain dengan kondisi serupa untuk mengajukan permohonan sambungan listrik, terutama melalui program sosial berbasis dana zakat dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top