MUSI BANYUASIN — Bencana tanah longsor yang dipicu pergeseran tembok penahan sungai di aliran Sungai Bataleke terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Sebuah rumah semi permanen milik Rohima (70) roboh dan mengalami kerusakan berat dengan kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta. Sementara rumah milik Fauzan mengalami kerusakan ringan dengan kerugian sekitar Rp20 juta.
Langkah Cepat Pemkab Muba: Bantuan Langsung dan Evakuasi Barang
Bupati Muba HM Toha Tohet menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia memerintahkan Camat Lais, BPBD, dan Dinas Sosial untuk segera mendata kebutuhan korban sekaligus menyalurkan bantuan.
“Saya telah memerintahkan Camat Lais, Dinas Sosial, dan BPBD untuk segera turun ke lokasi memberikan penanganan, mendata kebutuhan korban, serta menyalurkan bantuan. Keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah,” tegas Toha.
Di lapangan, petugas BPBD bersama aparat desa dan unsur terkait melakukan evakuasi barang-barang milik warga yang masih bisa diselamatkan. Lokasi kejadian juga diamankan untuk menghindari risiko longsor susulan.
Apa Penyebab Longsor di Lais? Pemkab Libatkan BBWS
Longsor diduga terjadi akibat pergeseran tembok penahan sungai (dam) di aliran Sungai Bataleke yang menyebabkan tanah di sekitar permukiman ambles. Pemerintah Kabupaten Muba langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melalui Dinas PUPR untuk mengkaji penyebab sekaligus mencari solusi permanen.
Pemerintah daerah menilai langkah ini penting agar kondisi serupa tidak terulang dan membahayakan warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai.
Mitigasi dan Pendataan Korban Terus Berjalan
Bupati Toha memastikan Pemkab Muba akan terus memantau perkembangan di lokasi. Pendataan terhadap keluarga terdampak juga terus dilakukan sebagai dasar pemberian bantuan sosial lanjutan.
“Pemkab Muba akan terus memonitor situasi di lokasi dan mengambil langkah lanjutan guna mencegah terjadinya longsor susulan yang berpotensi mengancam permukiman warga,” pungkasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar sehingga memerlukan penanganan segera dari pemerintah daerah.