BANYUASIN — Sebanyak 170 personel Polres Banyuasin menjalani pemeriksaan psikologi menyeluruh pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Ro SDM Polda Sumsel AKBP Suparyono ini tidak hanya mengukur kecerdasan, tetapi juga memetakan kondisi mental setiap anggota yang mengemban wewenang membawa senjata api dinas.
Pemeriksaan ini menjadi syarat mutlak kelayakan penggunaan senpi. Wakapolres Banyuasin Kompol Muhammad Ali Asri membuka langsung rangkaian acara yang juga diisi dengan layanan konseling dan pemantauan kesehatan mental melalui aplikasi New E-Mental.
Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar menegaskan bahwa hasil dari tes ini akan menjadi dasar evaluasi. “Melalui pemeriksaan psikologi, mapping psikologi, konseling, serta monitoring aplikasi New E-Mental, diharapkan seluruh personel memiliki kesiapan mental yang optimal dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan senjata api. “Ini juga sekaligus meningkatkan profesionalisme anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata IPTU Abu Bakar.
Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung tertib dan lancar. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi konseling dan pengisian aplikasi pemantauan mental. Tim psikologi dari Ro SDM Polda Sumsel juga menyerahkan buku konseling kepada Polres Banyuasin sebagai panduan pembinaan berkelanjutan.
Polres Banyuasin berkomitmen terus memperkuat pembinaan personel. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas, dan berkarakter Presisi di wilayah hukum Sumatera Selatan.