PALEMBANG — Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Sariansyah Ismail menyebut pihaknya belum siap mengaktifkan kembali dua ruang publik itu meski warga sudah menantikan. Penilaian tersebut merujuk pada ISPU Palembang yang masih berada di kategori berbahaya dan belum menyentuh level sedang.
"Kalau malam ini sama besok kurang, belum siap. Karena tingkat ISPU udara masih cukup berbahaya, belum dalam level sedang," ujar Sariansyah.
Pemkot Palembang memasang dua prasyarat sebelum membuka kembali Car Free Night dan Car Free Day. Pertama, pencabutan surat edaran pembatasan aktivitas di luar ruangan yang sebelumnya dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palembang.
"Yang pertama nunggu pencabutan edaran pembatasan aktivitas di luar ruangan. Waktu itu BPBD yang mengeluarkan itu kan," jelas Sariansyah.
Kedua, perbaikan angka ISPU hingga menyentuh 100 atau masuk kategori sedang. Pemerintah berharap kualitas udara Palembang membaik lebih dulu sebelum aktivitas warga di ruang terbuka kembali diperbolehkan.
Car Free Night di Jalan Kolonel Atmo biasanya digelar setiap Sabtu malam, sedangkan Car Free Day di kawasan Jembatan Ampera berlangsung Minggu pagi. Keduanya menjadi destinasi warga untuk berolahraga, berekreasi, dan menikmati suasana akhir pekan.
Penundaan ini membuat warga Palembang kehilangan dua ruang publik favorit mereka untuk sementara waktu. Belum ada kepastian jadwal kapan kedua kegiatan itu kembali beroperasi.
Ratu Dewa menegaskan pembukaan CFN dan CFD belum masuk agenda pekan ini. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (31/10/2026), saat kawasan Jalan Kolonel Atmo seharusnya sudah ramai oleh pengunjung.
"Belum rencana dibuka (besok)," kata Ratu Dewa.
Masyarakat diminta menunggu perkembangan kondisi kualitas udara sekaligus keputusan resmi pemerintah kota. Sariansyah menambahkan, pembukaan kembali CFN dan CFD baru akan dipertimbangkan setelah udara Palembang membaik.