SUMATERA SELATAN — Celah keamanan kritis PHP2Shell memaksa sejumlah pemerintah dunia mematikan sementara portal layanan publik mereka. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengunggah peringatan darurat, sementara NSA Amerika Serikat meminta organisasi segera menambal sistem PHP atau mematikan situsnya. Temuan dua peneliti dengan bantuan AI ini membuka risiko eksekusi perintah jarak jauh tanpa kata sandi.
Celah PHP2Shell mengeksploitasi kelemahan pada server yang masih menjalankan kode PHP versi lama. Peretas bisa mengeksekusi perintah berbahaya dari jarak jauh dan mengambil alih kendali sistem penuh tanpa memerlukan kata sandi maupun hak akses akun resmi.
Skala ancamannya luas karena PHP menjadi fondasi mayoritas situs web dunia, termasuk portal layanan publik pemerintah. Dua celah kritis ini ditemukan peneliti keamanan siber dengan bantuan model kecerdasan buatan milik OpenAI dan Alphabet melalui Wiz.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengunggah peringatan khusus di akun media sosialnya. Imbauan itu ditujukan kepada pengelola sistem dan masyarakat agar mewaspadai risiko keamanan siber dari celah PHP2Shell.
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) menerbitkan peringatan publik secara langsung, langkah yang tergolong tidak biasa. NSA meminta seluruh organisasi pengguna sistem PHP bersiap mengunggah pembaruan keamanan, atau mematikan situs web mereka jika penambal belum siap diaplikasikan.
Sejumlah kementerian di Eropa melumpuhkan sementara portal layanan publik demi mencegah peretasan. Kementerian Transformasi Digital Jerman mematikan beberapa situs resmi sebagai langkah pencegahan awal.
Kementerian Dalam Negeri Prancis menonaktifkan seluruh situs resmi kantor administrasi lokal. Otoritas keamanan Belgia, Belanda, Finlandia, dan Ceko kompak mematikan layanan situs pemerintah untuk mengaplikasikan security patch.
Penemuan celah yang sempat tersembunyi puluhan tahun ini menunjukkan perburuan kelemahan sistem berlangsung jauh lebih cepat dengan bantuan AI. Kecepatan temuan itu menuntut respons setara dari pemerintah dan pengelola infrastruktur digital.
Bagi pelaku bisnis digital di Indonesia, kasus PHP2Shell menjadi pengingat bahwa pembaruan versi PHP dan penambal keamanan bukan pekerjaan opsional. Situs layanan publik maupun platform transaksi yang tertinggal di versi lama berisiko terkena eksekusi perintah jarak jauh tanpa terdeteksi.
Langkah mitigasi paling mendesak adalah memetakan seluruh server yang masih menjalankan PHP lama, lalu menjadwalkan pembaruan sebelum penambal resmi tersedia. Opsi mematikan sementara layanan yang belum tertambal, seperti dilakukan sejumlah pemerintah Eropa, menjadi pilihan terakhir untuk menahan eksploitasi.