OGAN KOMERING ULU — Gagasan Erliyanto (48) untuk mengubah embung desa yang mangkrak menjadi sumber penghidupan baru mendapat sambutan dari Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering Field sejak 2024. Warga lokal itu menggagas budidaya ikan air tawar seperti lele, patin, dan nila di embung Desa Makartitama. Perusahaan hulu migas yang tergabung dalam Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 itu pun memberikan bantuan sarana prasarana serta pelatihan jurnalisme warga dan manajemen usaha.
Dari Embung Mati Jadi Sumber Cuan
Sebelum program pemberdayaan bergulir, fungsi embung tersebut tidak berjalan optimal. Erliyanto bersama kelompok pengelola kemudian menyulapnya menjadi destinasi wisata pemancingan dan lokasi budidaya ikan. "Saya ingin embung ini bukan hanya bermanfaat untuk hari ini, melainkan juga untuk masa depan melalui pengelolaan potensi desa secara bersama-sama," ujar Erliyanto di OKU, Selasa.
Kelompok pengelola kini juga mandiri memproduksi pakan ikan berbahan maggot. Langkah ini menekan biaya operasional sekaligus menerapkan konsep sirkular ekonomi yang ramah lingkungan. Sebagian pendapatan kelompok rutin disetorkan sebagai kontribusi bagi pendapatan asli desa.
PLTS 6,6 kWp Hemat Biaya Operasional hingga Rp1,5 Juta per Bulan
PHE Ogan Komering turut menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh di lokasi wisata. Energi terbarukan itu dimanfaatkan untuk pencahayaan, pompa air, aerator, hingga mesin pendingin. Fasilitas tersebut mampu memangkas biaya operasional pengelola berkisar Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.
Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa kepedulian kelompok masyarakat di Desa Makartitama menjadi inspirasi perusahaan dalam mendukung program kemandirian wilayah. "Kami percaya potensi desa yang dikelola bersama masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan baru yang berkelanjutan," kata Iwan.
Target Mandiri 2026
Program pemberdayaan ini direncanakan memasuki tahap pelepasan (exit program) pada akhir 2026. Masyarakat ditargetkan sepenuhnya mandiri dalam mengelola potensi lingkungan secara berkelanjutan tanpa pendampingan perusahaan.
PHR Regional Sumatra Zona 4 merupakan Subholding Upstream Pertamina yang mengoperasikan tujuh wilayah kerja hulu migas di bawah koordinasi SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan. Wilayah kerja tersebut meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.