PALEMBANG — Kenaikan inflasi di Palembang pada Mei 2026 utamanya dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas bumbu dapur utama. Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyebut harga cabai merah, bawang merah, dan tomat menjadi penyumbang utama kenaikan tersebut.
Pemicu Inflasi: Bumbu Dapur dan Dampak Harga Minyak Global
Menurut data yang dirilis Pemkot bersama BPS Kota Palembang, tingginya permintaan menjelang libur nasional dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) turut mendorong kenaikan harga. Selain faktor musiman, kenaikan harga minyak mentah dunia sejak awal Maret 2026 juga memberikan dampak turunan.
“Hal itu memicu penyesuaian harga BBM non-subsidi, yang berdampak pada biaya kemasan serta harga pangan,” jelas Isnaini dalam rilis resmi di Lawang Jabo Pemko Palembang, Selasa (2/6/2026).
Strategi 4K: Dari Pasokan hingga Pasar Murah
Mengingat pengendalian inflasi menjadi indikator utama kinerja pemerintah daerah, Pemkot Palembang mengoptimalkan strategi 4K. Langkah ini mencakup:
- Ketersediaan pasokan melalui kerja sama antar-daerah untuk mencukupi kebutuhan pangan.
- Keterjangkauan harga dengan mengadakan pasar murah secara rutin.
- Kelancaran distribusi untuk memastikan pasokan sampai ke konsumen tanpa hambatan logistik.
- Komunikasi efektif kepada masyarakat terkait kondisi harga dan stok pangan.
Isnaini menambahkan bahwa kerja sama antar-daerah masih terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
Korelasi Inflasi dengan Sektor Pariwisata Palembang
Di luar data inflasi, Berita Resmi Statistik juga mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) ke Palembang sepanjang 2025 hingga kuartal kedua 2026. Data tiga bulan terakhir menunjukkan: Februari 2026 sebanyak 493.903 perjalanan, Maret 640.640 perjalanan, dan April 529.423 perjalanan.
Menurut Isnaini, pengendalian inflasi memiliki korelasi langsung terhadap kenyamanan ekosistem pariwisata. “Strategi pengendalian inflasi ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan bagi warga lokal, tetapi juga sangat menunjang terciptanya iklim pariwisata yang nyaman dan ramah kantong bagi para wisatawan,” pungkasnya.