TALANGJAMBE — Peletakan batu pertama itu dilakukan langsung oleh Dr. Apriyadi di lokasi Ponpes MINA, Kecamatan Talangjambe. Dalam sambutannya, ia menyebut bangunan asrama putri ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan fasilitas vital bagi para santri yang tengah menuntut ilmu dunia dan akhirat.
“Bangunan asrama putri ini diperuntukkan bagi anak-anak dan adik-adik kita, para santri dan santriwati yang insya Allah akan mondok di sini. Mereka akan belajar ilmu tentang dunia sekaligus belajar ilmu tentang akhirat,” ujar Apriyadi.
Harapan untuk Amal Jariyah Almarhumah
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Apriyadi juga menyampaikan permohonan kepada pengurus pondok agar asrama putri yang dibangun dapat diberi nama Almarhumah Hajah Maidah binti Haji Mustofa. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya untuk meneruskan amal jariyah almarhumah yang telah berpulang.
“Mohon izin, asrama putri ini kiranya dapat diberi nama Almarhumah Ibunda tercinta Hajah Maidah binti Haji Mustofa, sebagai bentuk penghormatan dan untuk meneruskan amal jariyah beliau,” ungkapnya di hadapan para santri dan pengurus pondok.
Pesantren sebagai Benteng Moral Generasi Muda
Pengasuh Ponpes MINA, Kyai Dr Abdul Malik Syafei, SH., MH., menyambut baik kehadiran Asisten I Pemprov Sumsel. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan ikhtiar bersama dalam menyiapkan tempat lahirnya generasi muslimah yang beriman dan berakhlak mulia.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi keluarga besar Pondok Pesantren Minhajul Aulia. Pembangunan asrama putri ini bukan sekadar pembangunan fisik sebuah bangunan, tetapi merupakan ikhtiar kita bersama dalam menyiapkan tempat lahirnya generasi muslimah yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” kata Kyai Abdul Malik.
Ia menambahkan, pesantren memiliki tanggung jawab besar membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan zaman. Menurutnya, pendidikan di pesantren menjadi benteng moral umat yang tidak hanya membekali ilmu pengetahuan, tetapi juga mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua, dan menjaga akhlak.
Komitmen Pemprov Sumsel untuk Pendidikan Islam
Dr. Apriyadi berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan. Ia juga berjanji akan kembali ke lokasi tersebut dengan membawa bantuan serta program-program lain jika Allah melapangkan rezeki dan memberikan kesempatan.
“Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan pada pagi hari ini mendapatkan rahmat dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Insya Allah ke depan, apabila Allah melapangkan rezeki dan memberikan kesempatan, kami akan datang kembali ke sini dengan membawa bantuan serta program-program lainnya,” pungkasnya.
Pembangunan asrama putri ini diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi muslimah yang berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Kyai Abdul Malik juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi membangun pesantren sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam.