Pencarian

Realisasi Investasi Sumsel Triwulan I 2026 Turun 5,54%, PMDN Justru Naik 5,99% Didorong Kepatuhan Pelaku Usaha

Jumat, 05 Juni 2026 • 12:27:31 WIB
Realisasi Investasi Sumsel Triwulan I 2026 Turun 5,54%, PMDN Justru Naik 5,99% Didorong Kepatuhan Pelaku Usaha
Realisasi investasi Sumatera Selatan triwulan I 2026 tercatat Rp 12,96 triliun dengan dominasi PMDN sebesar Rp 10,43 triliun.

PALEMBANG — Realisasi investasi di Sumatera Selatan pada Januari-Maret 2026 mengalami kontraksi. Dari total Rp 12,96 triliun yang tercatat, porsi penanaman modal asing (PMA) hanya menyumbang Rp 2,54 triliun, sedangkan PMDN mendominasi dengan angka Rp 10,43 triliun.

PMDN Tumbuh di Tengah Tekanan Global, PMA Anjlok 34,54%

Eko Agusrianto menyebutkan secara year on year, realisasi PMA turun drastis dari Rp 3,88 triliun menjadi Rp 2,54 triliun atau anjlok 34,54 persen. "Penurunan PMA, salah satunya dipicu oleh konflik global, yang membuat investor kesulitan mengimpor," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Sebaliknya, investasi dalam negeri menunjukkan tren sebaliknya. PMDN meningkat dari Rp 9,84 triliun menjadi Rp 10,43 triliun, naik 5,99 persen. Eko menjelaskan, faktor utama pendorong kenaikan ini adalah meningkatnya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal melalui sistem OSS.

Target Investasi Sumsel 2026: Rp 45,68 Triliun dari RPJMD

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan investasi sebesar Rp 45,68 triliun sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sementara itu, target yang diberikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI kepada Sumsel lebih tinggi, yakni Rp 73,7 triliun. Capaian triwulan I yang baru mencapai Rp 12,96 triliun masih menyisakan pekerjaan rumah besar untuk mengejar target tersebut.

PMA Terkonsentrasi di OKI dan Muara Enim, Didominasi Sektor Kertas

Realisasi PMA terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mencapai Rp 1,21 triliun atau 47,76 persen dari total PMA. Disusul Muara Enim Rp 535 miliar (21,11 persen), Palembang Rp 244 miliar (9,65 persen), Banyuasin Rp 237 miliar (9,35 persen), dan Musi Rawas Rp 93 miliar (3,7 persen).

Dari sisi sektor, industri kertas dan percetakan menjadi primadona dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun, diikuti sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp 407 miliar.

PMDN Terbesar di Musi Banyuasin, Sektor Tambang dan Perkebunan Mendominasi

Berbeda dengan PMA, investasi dalam negeri paling besar mengalir ke Kabupaten Musi Banyuasin dengan nilai Rp 2,31 triliun (22,11 persen). Disusul OKI Rp 2,08 triliun (19,94 persen), Palembang Rp 1,96 triliun (18,84 persen), Muara Enim Rp 1,06 triliun (10,13 persen), dan PALI Rp 832 miliar (7,98 persen).

Sektor pertambangan menjadi yang paling diminati investor dalam negeri dengan nilai Rp 2,7 triliun. Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menyusul dengan Rp 2,07 triliun, serta industri makanan Rp 1,62 triliun. Data ini menunjukkan bahwa basis ekonomi Sumsel masih bertumpu pada sumber daya alam dan industri pengolahan hasil bumi.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks