PALEMBANG — Sebanyak 302 pucuk senjata api rakitan dari berbagai jenis diamankan Polda Sumatera Selatan sepanjang tahun lalu. Angka itu merupakan hasil pengungkapan dari 41 kasus peredaran senjata ilegal yang tersebar di wilayah hukum setempat.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa setiap senjata ilegal yang beredar menyimpan potensi besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat. "Penanggulangan senjata api ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tugas kita sebagai penjaga kehidupan, perawat peradaban, dan penjaga kemanusiaan," ujarnya di Palembang, Kamis.
Fokus di Musi Banyuasin dan Perbatasan Lampung
Operasi Senpi Musi 2026 yang akan digelar tidak menyasar seluruh wilayah secara merata. Berdasarkan pemetaan kepolisian, Kabupaten Musi Banyuasin dan kawasan perbatasan Sumsel dengan Provinsi Lampung menjadi prioritas utama pengawasan.
Sejumlah titik di dua wilayah itu dinilai rawan menjadi jalur distribusi maupun lokasi produksi senjata api ilegal. Oleh karena itu, personel yang akan diterjunkan dibekali kemampuan analisis dan strategi penindakan yang profesional, terukur, humanis, serta bertanggung jawab.
Bukan Sekadar Senpi Ilegal, Premanisme Juga Jadi Sasaran
Operasi ini tidak hanya memburu peredaran senjata api ilegal. Kapolda mengarahkan jajarannya untuk menindak berbagai tindak pidana konvensional yang meresahkan, seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan aksi premanisme.
Kapolda juga menekankan pentingnya kesiapan, integritas, serta sinergi seluruh unsur yang terlibat sebagai faktor utama keberhasilan operasi. "Capaian tahun lalu menunjukkan keberhasilan penegakan hukum sekaligus menjadi peringatan bahwa peredaran senjata api ilegal masih memerlukan perhatian serius," kata Sandi.
Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Polda Sumsel mengajak warga untuk berpartisipasi dalam pengawasan lingkungan. Setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan senjata api ilegal bisa dilaporkan melalui Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
Latihan pra-operasi yang digelar saat ini menjadi bekal bagi personel sebelum diterjunkan ke lapangan. Dengan pembekalan teknis dan strategi yang matang, diharapkan Operasi Senpi Musi 2026 mampu menekan peredaran senjata ilegal dan tindak pidana konvensional di Sumatera Selatan.