SUMATERA SELATAN — AZ-COM Maruwa Holdings mengumumkan rencana penggunaan stablecoin JPYC untuk transaksi penggajian kepada ribuan mitra pengangkutnya. Keputusan ini diambil untuk mempercepat proses pembayaran dan mengurangi biaya administrasi yang selama ini membebani operasional logistik.
Mengapa JPYC Dipilih untuk Pembayaran Logistik
JPYC adalah stablecoin yang nilainya dipatok 1:1 terhadap yen Jepang. Berbeda dengan kripto volatil seperti Bitcoin, JPYC menawarkan stabilitas nilai yang krusial untuk transaksi bisnis harian. AZ-COM Maruwa akan mengintegrasikan JPYC ke dalam sistem pembayaran internal mereka.
Dengan investasi ¥1 miliar, perusahaan memastikan likuiditas yang cukup untuk membayar 2.300 mitra secara rutin. Langkah ini juga menjadi uji coba adopsi mata uang digital di industri logistik yang selama ini masih bergantung pada transfer bank konvensional.
Dampak Langsung bagi 2.300 Mitra Pengangkut
Para sopir dan mitra pengangkut independen akan menerima pembayaran dalam bentuk JPYC yang bisa ditukarkan kembali ke yen melalui platform yang telah ditunjuk. Proses klaim diperkirakan lebih cepat dibandingkan transfer antarbank yang bisa memakan waktu 1-3 hari kerja.
AZ-COM Maruwa menyebut sistem ini juga memangkas biaya administrasi hingga 30 persen. Bagi mitra, keuntungan langsungnya adalah kepastian waktu pencairan dana tanpa potongan biaya transfer lintas bank.
Langkah Nyata Menuju Digitalisasi Pembayaran
Keputusan AZ-COM Maruwa tidak terjadi di ruang hampa. Pemerintah Jepang sendiri tengah mendorong penggunaan mata uang digital sebagai alternatif transaksi. Regulasi stablecoin di Jepang sudah lebih jelas dibandingkan banyak negara lain, termasuk Indonesia.
Bagi pelaku industri logistik di Indonesia, langkah ini bisa menjadi referensi adopsi teknologi serupa. Namun, regulasi Bank Indonesia dan OJK terkait aset kripto sebagai alat bayar masih membatasi penggunaan stablecoin untuk transaksi sehari-hari di dalam negeri.
Perbandingan dengan Sistem Pembayaran Logistik Saat Ini
Saat ini, sebagian besar perusahaan logistik Jepang masih menggunakan transfer bank dan dompet digital konvensional. AZ-COM Maruwa menjadi pionir dengan beralih ke stablecoin berskala besar. Perusahaan menargetkan seluruh mitra pengangkut sudah terdaftar dalam sistem JPYC pada kuartal pertama 2026.
Jika berhasil, model pembayaran ini berpotensi diadopsi oleh perusahaan logistik lain di Jepang dan Asia. Efisiensi biaya dan kecepatan transaksi menjadi dua faktor utama yang mendorong pergeseran ini.