PALEMBANG — Ribuan perempuan dari berbagai kalangan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, turun ke Jembatan Ampera pada Minggu pagi. Mereka mengikuti parade busana kebaya yang dipadukan dengan kain songket, berjalan kaki dari ikon kota tersebut menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).
Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB ini berlangsung bersamaan dengan momentum Car Free Day (CFD). Beragam motif dan warna kebaya yang dikenakan para peserta menyemarakkan suasana, menarik perhatian warga yang menyaksikan di sepanjang rute parade.
Rekor MURI dan Strategi Pariwisata
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Nannie Hadi Tjahjanto, yang hadir langsung dalam kegiatan itu menyampaikan kebanggaannya. Menurutnya, parade ini berhasil mencatatkan rekor MURI sebagai selebrasi perempuan berkebaya dengan kain songket terbanyak.
"Ini suatu kebanggaan buat saya tersendiri yang mana kebaya sudah dikenalkan di UNESCO. Tentu kita sebagai generasi penerus harus melestarikannya," ungkap Nannie dalam siaran pers yang diterima di Palembang.
Ia menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi strategi daerah untuk mengangkat Jembatan Ampera sebagai ikon pariwisata Sumatera Selatan ke tingkat internasional. Nannie juga memuji inisiatif Pemprov Sumsel, BKOW, dan Dekranasda yang memadupadankan kebaya dengan songket.
Gerakan Ekonomi dari Balik Kebaya
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T Koentjoro, menekankan bahwa parade ini bukan sekadar peragaan busana. Ia menyebut esensi Hari Kebaya Nasional adalah sebuah gerakan ekonomi yang masif.
"Dari kebaya ini kita telah mengangkat seluruh UMKM Indonesia. Mulai dari selop, kain ganding, hingga jasa MUA. Saya sendiri bersanggul dan berdandan subuh-subuh menggunakan berbagai aksesori," ujar Lana.
Menurutnya, gerakan berkebaya yang diikuti ribuan peserta ini secara nyata memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan. Para peserta tampak memadukan kebaya secara fleksibel dengan kain songket modern serta gaya hidup kasual anak muda masa kini.
Warisan Budaya yang Diakui Dunia
Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa parade di Palembang ini lebih dari sekedar selebrasi. Ia berharap inisiatif serupa dapat menjadi inspirasi bagi seluruh daerah di Indonesia untuk mengangkat warisan budaya khas masing-masing, baik batik maupun tenun.
"Inisiatif ini sangat visioner dan menjadi inspirasi bagi seluruh daerah di Indonesia untuk mengangkat warisan budaya khas masing-masing, baik batik maupun tenun," ujar dia.