LAHAT — Program "Jurnalis Masuk Kelas" yang digagas PWI Kabupaten Lahat tidak sekadar mengenalkan profesi wartawan kepada siswa. Lebih dari itu, inisiatif ini bertujuan meluruskan stigma negatif yang masih melekat di masyarakat terhadap insan pers.
Ketua PWI Lahat, Ehdi Amin, mengungkapkan masih ada anggapan bahwa wartawan hanya datang untuk mengancam atau mencari kesalahan. Padahal, tugas utama wartawan adalah menyampaikan informasi yang benar dan membangun.
"Selama ini masih ada anggapan Wartawan hanya datang untuk mengancam atau mencari kesalahan. Padahal, kami ingin adik-adik memahami seperti apa sebenarnya Tugas dan Peran Wartawan, sebagai penyampai informasi yang benar dan membangun," ucap Ehdi saat audiensi di ruang Kepala SMA Negeri 2 Lahat, kemarin.
Kolaborasi dengan Ekstrakurikuler Jurnalistik yang Sudah Ada
Dr. Tri Turnadi, yang juga Kepala SMA Negeri 2 Lahat, menilai program ini bisa diintegrasikan dengan kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik yang sudah berjalan di sejumlah sekolah. Selama ini, kata dia, sebagian besar siswa belajar secara otodidak tanpa bimbingan langsung dari praktisi.
"Dengan hadirnya pengurus PWI Lahat ke sekolah, anak-anak bisa mendapatkan pembelajaran langsung dari Wartawan yang memang berpengalaman di lapangan. Saya sangat mendukung kegiatan ini," ungkap Tri.
Setidaknya ada 29 SMA negeri dan delapan SMA swasta di Kabupaten Lahat yang bisa menjadi sasaran program ini. Tri meyakini para kepala sekolah lainnya juga akan mendukung.
Membangun Kembali Citra Lahat sebagai Kota Pelajar
Ehdi Amin menambahkan, Lahat pernah dikenal sebagai Kota Pelajar yang melahirkan banyak sumber daya manusia unggul. Namun, seiring perkembangan zaman, citra tersebut mulai memudar.
Melalui program ini, PWI Lahat ingin berkontribusi membangun kembali reputasi tersebut. Pengurus PWI juga siap menjadi jembatan informasi agar prestasi siswa maupun inovasi sekolah dapat dipublikasikan secara luas.
"Pengurus PWI Lahat siap jadi jembatan informasi, agar prestasi siswa maupun inovasi sekolah dapat dipublikasikan secara luas," tambah Ehdi.
Sementara itu, Tri Turnadi menekankan pentingnya informasi yang akurat dan positif bagi dunia pendidikan. Menurutnya, publikasi yang baik bisa menjadi sarana memperkenalkan potensi serta kualitas sekolah-sekolah di Kabupaten Lahat kepada masyarakat luas.
"Sekolah tentu ingin berbagai prestasi dan kegiatan positifnya diketahui masyarakat luas," tutup Tri.