JAKARTA — IHSG mengawali perdagangan Kamis di zona hijau, mengikuti momentum positif dari bursa Asia seperti Nikkei yang menguat 0,56 persen dan Hang Seng yang naik 1,16 persen. Indeks Shanghai, Kospi, dan Shenzen juga tercatat mengalami kenaikan pada sesi awal.
Support dan Resistance Jadi Kunci Pergerakan Selanjutnya
Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya menjelaskan bahwa jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level resistance 6.377, potensi penguatan dapat berlanjut menuju 6.398 hingga 6.459. Sebaliknya, bila gagal menembus resistance tersebut, indeks berpotensi mengalami pullback sehat dengan support terdekat di area 6.284-6.260, kemudian 6.231.
Investor Wait and See Jelang Laporan Keuangan Big Tech AS
Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung berhati-hati. Fokus utama investor tertuju pada panduan belanja modal (capex) Alphabet, perusahaan induk Google, yang sebelumnya mengalokasikan belanja AI sebesar 180–190 miliar dolar AS pada 2026. Sejumlah analis bahkan memperkirakan angka tersebut bisa naik menjadi 190–200 miliar dolar AS seiring tingginya permintaan kecerdasan buatan dan kenaikan harga chip memori.
Kekhawatiran mengenai besarnya investasi AI dan ketidakpastian waktu pengembalian modal masih membayangi pasar. Saham-saham semikonduktor yang sebelumnya memimpin reli tercatat mengalami koreksi tajam lebih dari 20 persen dari puncaknya.
Ketegangan Timur Tengah dan Ancaman Gangguan Distribusi Energi
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur strategis Iran jika terjadi serangan terhadap kapal di Selat Hormuz. Iran merespons dengan ancaman balasan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur yang memiliki kepentingan AS di kawasan. Kondisi ini memperburuk gangguan distribusi energi global, terutama setelah ancaman meluas ke jalur pelayaran Laut Merah melalui Bab el-Mandeb oleh kelompok Houthi yang didukung Iran. Upaya diplomasi masih terus berlangsung dengan adanya usulan gencatan senjata selama 10 hari melalui mediator internasional.
BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Perkuat Insentif Investasi Asing
Dari dalam negeri, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, Deposit Facility di level 4,75 persen, dan Lending Facility di level 6,50 persen. BI memilih untuk memperkuat insentif investasi portofolio asing dibandingkan menaikkan suku bunga. Langkah ini dinilai lebih efektif menjaga stabilitas rupiah tanpa meningkatkan biaya pendanaan domestik di tengah ketidakpastian global.
BI juga memperluas berbagai insentif untuk menarik arus modal asing. Insentif Swap Jual Lindung Nilai dinaikkan dari 10 persen menjadi 12,5 persen, insentif DNDF Jual Lindung Nilai diperluas menjadi 15 persen, serta diberikan tambahan insentif untuk transaksi Local Currency Transaction (LCT).
Bursa Eropa Menguat, Wall Street Melemah
Pada perdagangan Rabu (22/7), bursa Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 0,57 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,24 persen, DAX Jerman naik 0,58 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,89 persen. Sementara itu, bursa Wall Street di AS justru melemah. Indeks S&P 500 turun 0,10 persen ke level 7.499,73, Nasdaq Composite melemah 0,60 persen ke 25.690,90, dan Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,01 persen ke 52.218,58.