Disnakertrans Muba menggarisbawahi dua pilar yang menjadi perhatian bersama. Pertama, penciptaan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing melalui penguatan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta program upskilling dan reskilling. Tenaga kerja lokal diharapkan mampu menghadapi tantangan industri global dan digitalisasi.
Kedua, perluasan lapangan kerja bagi generasi muda. Dinas berkomitmen menciptakan iklim ketenagakerjaan yang ramah inovasi, memfasilitasi kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta mendorong tumbuhnya wirausaha muda produktif.
"Atas nama Keluarga Besar Disnakertrans Musi Banyuasin, kami mengucapkan Dirgahayu Ke-79 Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Peringatan ini menjadi pemicu semangat bagi kami di daerah untuk terus selaras dengan kebijakan pusat dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing," ujar Herryandi Sinulingga di Sekayu, Sabtu (25 Juli 2026).
Kolaborasi Terintegrasi Jadi Kunci
Herryandi menambahkan, keberhasilan agenda ketenagakerjaan nasional sangat bergantung pada sinergi antara Kemnaker RI dengan dinas tenaga kerja di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Menurutnya, kolaborasi yang solid memastikan program strategis—dari pelatihan hingga penempatan tenaga kerja—dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak.
Melalui semangat "A Nice Place to Grow", Disnakertrans Musi Banyuasin menyatakan kesiapannya menjadi mitra aktif Kemnaker RI dalam mencetak tenaga kerja berkualitas, menekan angka pengangguran, serta mewujudkan kesejahteraan pekerja di Sumatera Selatan.