SUMATERA SELATAN — Gubernur DKI Jakarta Pramono memastikan layanan transportasi umum di ibu kota dapat diakses tanpa biaya pada 27-28 Juni 2026. Keputusan ini diambil untuk memperingati hari ulang tahun Jakarta yang jatuh pada 22 Juni. Selain transportasi, Pemprov juga menggratiskan tiket masuk ke Ancol, Ragunan, dan seluruh museum yang dikelola pemerintah daerah.
"Secara khusus nanti untuk menyambut HUT Jakarta pada tanggal 22 Juni, 27-28 Juni kita akan membebaskan transportasi umum, kemudian kita akan menggratiskan orang masuk Ancol, masuk Ragunan dan juga museum-museum yang ada," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Kebijakan ini berlaku dua hari berturut-turut, Jumat hingga Sabtu.
Pemprov belum merinci moda transportasi apa saja yang termasuk dalam program gratis tersebut. Namun, pernyataan resmi menyebutkan seluruh angkutan umum di bawah kendali Pemprov DKI Jakarta akan digratiskan selama periode itu.
Pramono menekankan bahwa penggunaan fasilitas publik secara terus-menerus akan memberikan manfaat positif bagi warga. Ia meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang sudah dibangun. "Enggak mungkin orang itu apa mendapatkan itu kalau kemudian dia tidak punya data tentang transportasi umumnya," tuturnya.
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa program gratis juga bertujuan mendorong warga beralih ke transportasi massal dan mengumpulkan data pola perjalanan. Pemprov ingin memastikan kebijakan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berdampak pada kebiasaan transportasi jangka panjang.
Selain transportasi, Pemprov menggratiskan tiket masuk ke Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, dan museum-museum di Jakarta. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kunjungan warga ke ruang publik dan tempat rekreasi. Pemprov belum menyebutkan apakah kapasitas pengunjung akan dibatasi selama masa gratis tersebut.
Inisiatif serupa pernah dilakukan Pemprov pada tahun-tahun sebelumnya saat HUT Jakarta, meskipun cakupan layanan dan durasi berbeda. Tahun ini, program berlangsung dua hari penuh, lebih panjang dibanding edisi sebelumnya yang hanya satu hari.
Pramono optimistis kebijakan ini bisa mendorong partisipasi warga menggunakan transportasi umum dan mengunjungi tempat wisata. "Penggunaan fasilitas publik secara terus-menerus akan memberikan manfaat yang positif," katanya. Ia juga memperingatkan agar warga ikut menjaga fasilitas yang ada agar tidak cepat rusak.
Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi dampak program setelah pelaksanaan. Data jumlah penumpang transportasi umum dan pengunjung tempat wisata akan menjadi indikator keberhasilan. Keputusan untuk memperpanjang atau mengulang program serupa di momen lain akan bergantung pada hasil evaluasi tersebut.