PALEMBANG — Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan pihaknya akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah ini seiring dengan kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen yang dinilai perlu untuk menarik investasi asing.
“Kami optimis dan akan all out memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujar Bambang dalam sambutannya.
Untuk memperkuat stabilisasi, BI menempuh beberapa kebijakan pendukung. Di antaranya kenaikan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada tenor 6, 9, dan 12 bulan.
Selain itu, BI memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen. Bank sentral juga membuka kembali lelang instrumen repo bagi perbankan serta meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing.
Bambang menjelaskan, ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh 5,34 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan II 2026 tercatat 7,03 persen, sementara kredit tumbuh 10,54 persen.
Inflasi daerah masih berada dalam rentang sasaran nasional. “Ekonomi Sumatera Selatan diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,00 hingga 5,80 persen sepanjang 2026 dengan inflasi yang tetap terjaga pada target 2,5 plus minus 1 persen,” jelas Bambang.
Dalam forum yang sama, Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, M. Wahyu Yulianto, memaparkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, sensus ini menjadi instrumen strategis untuk menyediakan data dasar yang komprehensif mengenai aktivitas ekonomi nasional dan daerah.
Data yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan kuat dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Forum BERSUA sendiri dirancang sebagai ruang dialog interaktif antara pemangku kepentingan, perbankan, dan media.
Ke depan, sinergi antara lembaga, pemerintah, dunia usaha, dan media diharapkan semakin kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika global.