Harga Emas Antam Naik Rp12.000 ke Rp2.711.000 per Gram, Investor Kembali Buru Logam Mulia

Penulis: Khairul Anwar  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:25:32 WIB
Harga emas Antam naik Rp12.000 menjadi Rp2.711.000 per gram pada perdagangan hari ini.

SUMATERA SELATAN — Logam mulia Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp2.711.000, naik Rp12.000 dari posisi Rp2.699.000 pada perdagangan sehari sebelumnya. Harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas batangan juga ikut terkerek naik Rp10.000 menjadi Rp2.461.000 per gram.

Kenaikan Bertenaga di Tengah Gejolak Global

Pengamat pasar komoditas, Lukman Hakim, menilai tren kenaikan harga emas dalam beberapa pekan terakhir tidak lepas dari sikap investor yang mulai menghindari aset berisiko. "Data ekonomi AS yang keluar pekan ini menunjukkan pelemahan, membuat pasar kembali gamang. Emas menjadi pilihan utama," ujarnya.

Sentimen ini diperkuat oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan memangkas suku bunga acuannya lebih cepat dari perkiraan awal. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena mengurangi biaya oportunitas memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Antam vs Pegadaian: Selisih di Atas Rp30.000

Perbedaan harga antara emas Antam dan emas yang dijual di Pegadaian hari ini cukup mencolok. Berdasarkan data yang dihimpun, harga emas Antam 1 gram di gerai Pegadaian tercatat Rp2.744.000, lebih mahal Rp33.000 dari harga di butik Antam.

  • Emas Antam 1 gram (butik Antam): Rp2.711.000
  • Emas Antam 1 gram (Pegadaian): Rp2.744.000
  • Emas UBS 1 gram (Pegadaian): Rp2.690.000

Selisih harga ini lumrah terjadi karena setiap gerai memiliki komponen biaya dan margin yang berbeda. Bagi pembeli yang mencari harga paling murah, butik Antam masih menjadi pilihan utama.

Ukuran Besar Lebih Murah per Gram

Semakin besar ukuran emas batangan yang dibeli, semakin rendah harga per gramnya. Harga emas Antam ukuran 500 gram misalnya, dibanderol Rp1.266.820.000 atau setara Rp2.533.640 per gram. Sementara ukuran 1.000 gram dijual Rp2.523.600.000 atau Rp2.523.600 per gram.

Pola ini membuat investor dengan modal besar cenderung memilih kepingan berukuran besar untuk menekan biaya akuisisi per unit. Namun, likuiditas saat menjual kembali juga perlu dipertimbangkan karena kepingan besar lebih sulit dicairkan sebagian.

Apakah Harga Masih Bisa Naik Lagi?

Lukman memperkirakan pergerakan harga emas masih akan volatil dalam jangka pendek. "Jika data inflasi AS pekan depan menunjukkan penurunan lebih lanjut, harga emas berpotensi menembus level Rp2.750.000 per gram," katanya.

Namun, ia mengingatkan investor untuk tidak terjebak euforia. "Harga sudah naik cukup tinggi. Kalau beli untuk investasi jangka panjang, tidak masalah. Tapi untuk trading jangka pendek, risikonya besar sekarang," tutupnya.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top