PALEMBANG — Sebanyak 923 guru ekonomi dan IPAS dari SMA dan SMK se-Sumatera Selatan mulai mengikuti Training of Trainers (ToT) yang digelar Bank Indonesia. Pelatihan ini merupakan bagian dari pilot project integrasi materi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan kebanksentralan ke dalam kurikulum sekolah, yang resmi diluncurkan Selasa (28/7/2026) di Gedung BI Sumsel.
Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono menyebut kolaborasi dengan Dinas Pendidikan ini menjadi yang pertama di Indonesia. “Integrasi materi kebanksentralan dan Program Cinta, Bangga, Paham Rupiah ke dalam kurikulum SMA dan SMK ini merupakan yang pertama di Indonesia,” ujarnya.
Program ini menempatkan materi tentang fungsi bank sentral, stabilitas Rupiah, dan literasi keuangan ke dalam mata pelajaran Ekonomi di SMA serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SMK. Dinas Pendidikan Sumsel telah menerbitkan Surat Keputusan Rekomendasi Integrasi Kurikulum sebagai landasan resmi pelaksanaan.
Pelatihan bagi para guru dibagi dalam 12 angkatan yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Tujuannya, membekali pengajar dengan pemahaman komprehensif sebelum menyampaikan materi ke peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Hj. Mondyaboni menegaskan program ini akan menjangkau hampir seribu SMA dan SMK yang tersebar dari Kota Palembang hingga Kabupaten Musi Rawas Utara. “Bank Indonesia sangat peduli dengan pendidikan, mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Hari ini kita diajak bekerja sama untuk memberikan pengetahuan lebih tentang kebanksentralan, literasi keuangan, dan ekonomi kepada anak-anak kita,” katanya.
Mondyaboni berharap program ini berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai agenda sekali jalan. “Mengingat siswa-siswi terus berganti setiap tahunnya, kami berharap Bank Indonesia dapat terus membersamai Dinas Pendidikan dalam mengedukasi generasi mendatang,” ujarnya.
Selain program edukasi, BI Sumsel juga meluncurkan pilot project perluasan pelayanan penukaran uang Rupiah. Layanan ini menyasar masyarakat yang ingin menukarkan uang rusak, lusuh, atau yang sudah dicabut dari peredaran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Bank Indonesia menggandeng enam bank, yakni Mandiri, BRI, Bank Sumsel Babel, BNI, BSI, dan BCA, untuk menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Masyarakat dapat mengakses layanan ini melalui aplikasi PINTAR.
Melalui dua program ini, BI Sumsel berharap literasi keuangan generasi muda meningkat sekaligus akses masyarakat terhadap layanan perbankan sentral semakin merata hingga ke pelosok daerah.