PALEMBANG — Herman Deru menegaskan penanganan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak dilahirkan. Perhatian terhadap kesehatan ibu selama kehamilan dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan kesehatan anak.
Upaya tersebut dinilai strategis dalam mempersiapkan generasi sehat dan berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurut Gubernur, pencegahan sejak masa kehamilan menjadi kunci memastikan anak tumbuh sehat dengan kualitas sumber daya manusia yang baik.
Sebagai bentuk komitmen memperluas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Pemprov Sumsel telah mengaktifkan 600 pos pelayanan terpadu (posyandu) hingga ke wilayah pelosok. Keberadaan posyandu tersebut diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan dasar, khususnya pemantauan tumbuh kembang anak dan pendampingan kesehatan ibu.
Herman Deru mengatakan keberhasilan penurunan stunting di Sumsel tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama tenaga medis yang berperan meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak.
"Tahun 2023 berkat dukungan semua pihak, khususnya para dokter anak, Sumsel berhasil menurunkan angka stunting lebih dari 6%. Kami berharap forum ilmiah ini dapat melahirkan rekomendasi konkret bagi kebijakan kesehatan anak di Sumsel," ujar Herman Deru.
Gubernur berharap penyelenggaraan PIT IDAI ke-14 menghasilkan berbagai masukan dan rekomendasi ilmiah yang dapat digunakan pemerintah daerah untuk memperkuat program kesehatan ibu dan anak. Sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat disebutnya sebagai faktor penting menjaga keberlanjutan upaya pencegahan stunting.
Herman Deru turut mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut di Palembang yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah. Kehadiran para dokter anak dinilai memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi lokal, termasuk meningkatnya konsumsi kuliner khas Palembang seperti pempek.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumsel terhadap penyelenggaraan pertemuan ilmiah tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara organisasi profesi kedokteran dan pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di Indonesia.
"Kalau melihat Bumi Sriwijaya kita melihat masa-masa keemasan nusantara, peradaban ini bisa kita terapkan dalam melayani kesehatan anak. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus bekerja sama dengan pemda setempat," pungkasnya.