PALEMBANG — Sebanyak 117 personel Manggala Agni dari empat daerah operasi saat ini masih dikerahkan memadamkan karhutla di OKI. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumsel, Ferdian Krisnanto, menyebut kekuatan itu terdiri dari 75 personel Daops OKI, 13 personel Daops Siak, 14 personel Daops Rengat, dan 15 personel Daops Muara Tebo.
Penambahan satu regu dari Daops Lahat disiapkan untuk memperkuat upaya di lapangan. "Saat ini disiapkan lagi 1 regu dari Daops Lahat, besok (Rabu) akan bergabung di OKI untuk TKP Sungai Bungin, dan hari ini persiapan sarpras dan logistik," kata Ferdian, Selasa (26/10/2026).
Ferdian menjelaskan hujan yang belum merata membuat kebakaran di OKI masih butuh penanganan ekstra. Durasi hujan yang pendek dinilai belum cukup memadamkan api, terutama di area gambut.
"Karena hujan belum maksimal dan belum merata serta durasi pendek, lokasi kebakaran terutama di gambut masih belum padam, mengingat di gambut kan model kebakarannya groundfire ya, jadi butuh volume air dan durasi penggenangan yang lama untuk memastikan api benar-benar padam sampai ke layer bawah, tidak hanya yang terlihat dipermukaan saja," jelasnya.
Selain di OKI, personel Manggala Agni masih bertugas di sejumlah wilayah lain Sumsel. Penempatan mencakup Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
"Selebihnya pasukan masih tersebar di Ogan Ilir (2 regu) dari Banyuasin dan dari Sarolangun (Jambi), wilayah Banyuasin dan Muba," ungkap Ferdian.
Kebutuhan volume air dan durasi penggenangan yang panjang menjadi kendala utama di lahan gambut. Api yang tampak padam di permukaan bisa tetap membara di lapisan bawah jika penggenangan tidak maksimal.