SUMATERA SELATAN — Motorola kembali merilis jajaran G Stylus, kali ini membawa edisi 2026 yang mengusung pena digital lebih canggih. Namun, kenaikan harga yang signifikan membuat ponsel ini sulit direkomendasikan bagi semua orang. Dengan banderol USD 499 (sekitar Rp8,2 juta), pengguna harus membayar USD 100 lebih mahal dari model 2025 yang sudah cukup solid.
Stylus Aktif: Peningkatan Paling Berarti
Pembeda utama Moto G Stylus (2026) ada pada stylus-nya. Jika tahun lalu masih menggunakan stylus pasif, kali ini Motorola menyematkan stylus aktif yang mendeteksi tekanan dan kemiringan. Hasilnya, menulis catatan atau membuat sketsa terasa lebih natural.
Fitur palm rejection juga hadir, mencegah layar salah membaca sentuhan telapak tangan saat menulis. Satu trik favorit: cukup cabut pena dari bodi ponsel, pengguna bisa langsung mencoret-coret tanpa perlu membuka kunci atau aplikasi apa pun. Tombol pada stylus juga bisa dikonfigurasi untuk membuka Circle to Search, mengambil screenshot, atau membuka catatan baru.
Sayangnya, integrasi Circle to Search terasa kurang mulus. Prosesnya memakan waktu lebih lama dibanding mengaktifkan fitur serupa dengan jari. Motorola juga melewatkan kesempatan menjadikan stylus sebagai remote rana kamera, padahal stylus sudah mendukung koneksi Bluetooth.
Spesifikasi Statis, Harga Melonjak
Di luar stylus, hampir semua komponen utama masih sama persis dengan Moto G Stylus (2025). Chipset, RAM, kamera, hingga desain bodi tidak berubah. Layar masih 6,7 inci AMOLED resolusi 1220p dengan refresh rate 120 Hz, hanya brightness puncak yang sedikit lebih tinggi.
Baterai naik tipis dari 5.000 mAh menjadi 5.200 mAh. Motorola juga mengganti penyimpanan ke UFS 3.1 yang secara teori lebih cepat, meski dalam pengujian tidak terlihat perbedaan signifikan. Satu tambahan lain: sertifikasi IP69 yang membuat ponsel lebih tahan terhadap semburan air bertekanan tinggi, naik dari IP68 di model sebelumnya.
Berita baiknya, Motorola tetap mempertahankan slot microSD hingga 1 TB dan jack audio 3,5 mm. Dua fitur ini sudah mulai langka di kelas harga menengah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang masih setia dengan kabel atau koleksi musik offline.
Kesimpulan: Untuk Siapa Ponsel Ini?
Moto G Stylus (2026) jelas bukan untuk semua orang. Kenaikan harga USD 100 sulit dibenarkan jika hanya untuk stylus aktif dan segelintir peningkatan minor. Pengguna yang sudah memiliki Moto G Stylus (2025) tidak punya alasan kuat untuk upgrade.
Namun, bagi mereka yang sehari-harinya banyak menulis catatan, membuat sketsa cepat, atau membutuhkan ponsel dengan stylus fungsional tanpa merogoh kocek sebesar seri Galaxy S Ultra, perangkat ini tetap layak dipertimbangkan. Apalagi dengan dukungan microSD dan headphone jack yang makin sulit ditemukan.
Di pasar Indonesia, ponsel ini belum dikonfirmasi ketersediaannya. Jika akhirnya masuk dengan harga di atas Rp8 juta, persaingan akan sangat ketat melawan ponsel-ponsel China yang menawarkan spesifikasi lebih gahar di rentang harga yang sama.