Pencarian

Wali Kota Palembang Minta 5.000 Ketua RT Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Permukiman dan Lahan

Sabtu, 06 Juni 2026 • 11:22:31 WIB
Wali Kota Palembang Minta 5.000 Ketua RT Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Permukiman dan Lahan
Wali Kota Palembang menginstruksikan 5.000 ketua RT menjadi garda terdepan cegah kebakaran permukiman dan lahan.

PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang tidak bisa bekerja sendiri mengawasi potensi kebakaran di 107 kelurahan. Makanya, Wali Kota Ratu Dewa memutar kunci strategi pencegahan dari level paling bawah: ketua RT.

“Kami meminta para ketua RT tidak bosan-bosan mengingatkan warganya. Edukasi dan imbauan yang konsisten dari tingkat bawah adalah kunci utama pencegahan,” ujar Ratu Dewa di Palembang, Jumat.

Kenapa RT Jadi Ujung Tombak?

Menurut wali kota, ketua RT adalah garda terdepan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan aktivitas warga. Pendekatan persuasif dari mereka dinilai lebih efektif ketimbang sosialisasi seremonial di balai kota.

Potensi kebakaran di pemukiman, kata dia, sering dipicu kelalaian kecil. Mulai dari instalasi listrik yang sudah uzur hingga kompor yang lupa dimatikan saat penghuni rumah pergi.

Arahan Konkret untuk RT: Cek Instalasi hingga Matikan Kompor

Ketua RT diminta rutin mengingatkan warganya untuk memeriksa kabel-kabel listrik di rumah masing-masing. Korsleting masih menjadi penyebab utama kebakaran di permukiman padat seperti wilayah 1 Ilir, 2 Ilir, dan Sekip Ujung.

“Pastikan kompor dalam kondisi mati saat meninggalkan rumah. Hal-hal kecil seperti ini yang sering luput,” tambah Ratu Dewa.

Sinkronisasi dengan Damkar dan Pemetaan Wilayah Rawan

Pemkot Palembang juga mendorong sinkronisasi antara pengurus RT dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) setempat. Tujuannya, memetakan titik-titik rawan kebakaran sekaligus mengedukasi warga soal langkah pertolongan pertama saat percikan api muncul.

Melalui gerakan preventif yang dimotori struktur RT, Pemkot optimistis angka kasus kebakaran bisa ditekan. Apalagi, wilayah seperti Kecamatan Kemuning, Ilir Barat I, dan Seberang Ulu kerap langganan kebakaran saat kemarau.

Kewaspadaan Ganda: Kebakaran Lahan Juga Mengintai

Tidak hanya kebakaran rumah, Ratu Dewa juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebelumnya, Pemkot sudah membentuk tim sosialisasi pencegahan karhutla 2026 yang berkoordinasi dengan TNI, Polri, hingga tokoh masyarakat.

“Kondisi kemarau tahun ini, berdasarkan data dari BMKG, relatif lebih panjang. Ini berpotensi terhadap hal yang tidak diinginkan terkait kebakaran lahan,” ujarnya.

BMKG: Sumsel Resmi Masuk Musim Kemarau, Hujan Minim

Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Sinta Andayani mengatakan, cuaca di Sumsel saat ini didominasi cerah hingga berawan. Penurunan intensitas hujan dipicu oleh aktifnya Monsun Australia.

“Monsun Australia yang mulai aktif menyebabkan kandungan uap air di atmosfer menjadi sangat minim. Faktor dinamika atmosfer saat ini kurang berpengaruh terhadap proses pembentukan awan hujan,” kata Sinta.

Secara klimatologis, Sumatera Selatan kini resmi memasuki awal musim kemarau. Berkurangnya tutupan awan membuat sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi, memicu lonjakan suhu dan penurunan kelembaban udara secara signifikan.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks