Pencarian

Ikawangi Sumsel Resmi Dikukuhkan, Ribuan Warga Banyuwangi di Perantauan Bertekad Lestarikan Budaya Melalui Tari Gandrung dan Drama Teatrikal

Minggu, 19 Juli 2026 • 22:33:31 WIB
Ikawangi Sumsel Resmi Dikukuhkan, Ribuan Warga Banyuwangi di Perantauan Bertekad Lestarikan Budaya Melalui Tari Gandrung dan Drama Teatrikal
Ribuan warga Banyuwangi di Sumatera Selatan menghadiri pengukuhan Ikawangi Sumsel yang dimeriahkan pertunjukan Tari Gandrung dan drama teatrikal.

PALEMBANG — Pengukuhan Ikawangi Sumsel tidak sekadar seremoni organisasi. Acara yang berlangsung khidmat itu diisi dengan pertunjukan seni khas Banyuwangi, mulai dari drama teatrikal yang mengisahkan asal-usul daerah ujung timur Jawa Timur itu hingga Tari Gandrung yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Using.

Yang menarik, sebagian besar penampil dalam acara tersebut merupakan generasi muda keturunan Banyuwangi yang lahir dan besar di Sumatera Selatan. Untuk menjaga keaslian gerakan dan nilai seni, panitia mendatangkan langsung penata tari dari Kabupaten Banyuwangi.

Bukan Sekadar Paguyuban, Tapi Benteng Budaya

Ketua Ikawangi Sumsel, H. Suroso, menegaskan bahwa organisasi ini hadir bukan sebagai perkumpulan biasa. "Konsep dasar Ikawangi adalah mengembangkan budaya. Karena itu kami mengajak seluruh anggota bersatu melalui budaya yang menjadi identitas bersama," ujarnya kepada awak media seusai acara.

Menurut H. Suroso, budaya menjadi fondasi utama yang merekatkan warga Banyuwangi di perantauan. Ia khawatir jika identitas itu luntur, generasi muda akan kehilangan jati diri di tengah derasnya pengaruh luar.

Drama Teatrikal hingga Tari Gandrung: Generasi Muda Jadi Ujung Tombak

Penampilan drama teatrikal yang mengisahkan legenda asal-usul Banyuwangi menjadi salah satu momen paling menyita perhatian tamu undangan. Disusul Tari Gandrung yang dibawakan dengan energik oleh para penari muda. Langkah mendatangkan pelatih langsung dari Banyuwangi disebut H. Suroso sebagai bentuk keseriusan menjaga autentisitas.

"Jangan sampai kita kehilangan identitas hanya karena mengejar tujuan tertentu. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangkitkan semangat seluruh warga Banyuwangi agar tetap mencintai dan melestarikan budaya leluhurnya," tegasnya.

Benteng Moral di Tengah Arus Globalisasi

Lebih dari sekadar seni dan tradisi, H. Suroso meyakini budaya punya peran strategis membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya bisa menjadi filter sekaligus benteng moral bagi anak-anak muda agar tidak tergerus zaman.

"Semoga keberadaan Ikawangi terus mendapat ruang dan dukungan dari pemerintah maupun masyarakat sehingga kami bisa terus berkontribusi dalam melestarikan budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi warga Banyuwangi di Sumatera Selatan," tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, komunitas, para sponsor, serta insan media yang telah mendukung suksesnya acara. Menutup sambutannya, H. Suroso mengajak seluruh keluarga besar Ikawangi untuk terus menjaga persatuan, tidak melupakan akar budaya, serta menjadi warga negara yang taat hukum dan umat beragama yang menjalankan ajaran dengan baik.

Bagikan
Sumber: radarri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks