Pencarian

Investigasi FSD Tesla Makin Panas: NHTSA Sita Dokumen Internal 'Radar Saves Us' Usai 9 Kecelakaan, Termasuk Satu Fatal

Rabu, 22 Juli 2026 • 09:56:01 WIB
Investigasi FSD Tesla Makin Panas: NHTSA Sita Dokumen Internal 'Radar Saves Us' Usai 9 Kecelakaan, Termasuk Satu Fatal
NHTSA menyita dokumen internal Tesla berjudul "Radar Saves Us" sebagai bagian dari investigasi terhadap sistem Full Self-Driving (FSD) yang terlibat dalam sembilan kecelakaan.
jarak pandang rendah, termasuk satu kecelakaan fatal. Langkah ini langsung mengarah pada keputusan kontroversial Tesla menghapus radar dari mobilnya pada 2021. ISI:

SUMATERA SELATAN — Permintaan itu tertuang dalam surat 24 poin yang dikirim NHTSA ke Tesla pada 2 Juli 2024. Surat yang ditandatangani Direktur Office of Defects Investigation (ODI), Tanya Topka, merupakan bagian dari Engineering Analysis (EA26002) — tahap investigasi terakhir sebelum regulator memutuskan menutup kasus atau memaksakan recall. Investigasi mencakup sekitar 3,2 juta kendaraan Tesla di AS yang pernah menjalankan FSD.

Dokumen 'Radar Saves Us' Jadi Bukti Kunci Kelemahan Kamera

Sorotan utama jatuh pada Request No. 4. NHTSA mengungkapkan bahwa Tesla sebelumnya telah menyerahkan dokumen internal berjudul "Radar Saves Us" selama fase investigasi awal. Kini, regulator menuntut seluruh komunikasi internal, dokumentasi teknis, catatan uji, dan data yang mendasari dokumen tersebut.

Menurut ODI, dokumen itu "sangat relevan" untuk memahami perubahan desain sistem deteksi degradasi dan keterbatasan sistem visi murni (vision-only) Tesla dalam kondisi jarak pandang rendah. Ini adalah pengakuan eksplisit dari regulator: Tesla sendiri memiliki dokumen yang mengakui kelemahan sistem kameranya dalam situasi persis yang menyebabkan sembilan kecelakaan tersebut.

Nama "Radar Saves Us" belum pernah muncul di publik sebelumnya. Dokumen itu diserahkan Tesla secara pribadi kepada NHTSA, dan kini secara resmi ditarik ke dalam catatan penyelidikan.

NHTSA Juga Selidiki Klaim Pemasaran Elon Musk

Investigasi tidak berhenti pada dokumen teknis. Request No. 12 mendaftar 15 pernyataan pemasaran spesifik dari Tesla dan Elon Musk. NHTSA meminta Tesla mengonfirmasi satu per satu apakah pernyataan itu "menunjukkan tingkat kemampuan atau otomatisasi yang lebih tinggi dari yang sebenarnya dimiliki sistem." Contohnya termasuk klaim "FSD Supervised dapat berkendara dalam kondisi whiteout" dan video pengemudi yang menari atau mendorong kursi ke belakang saat setir tidak dipegang. NHTSA sedang membangun jejak kertas tentang kesenjangan antara cara Tesla menjual FSD dan kemampuan aktualnya.

Peringatan Degradasi FSD Diperlemah — Ini yang Dicari Regulator

Request No. 14 menyoroti perubahan pada 2024 yang mengubah peringatan "FSD Degraded" dari warna merah menjadi kuning dan menghilangkan bunyi bip. NHTSA ingin setiap studi dan pembenaran internal di balik pelemahan peringatan yang memberitahu pengemudi bahwa sistem tidak bisa melihat. Beberapa permintaan lain juga menyasar "Direct Photon-Count Capability" — peningkatan kamera yang disebut Tesla sebagai perbaikan untuk silau — serta "Vision Failsafe Ranker" dan penggunaan kata "regressions" sebagai metrik kinerja internal.

Keputusan Kontroversial: Radar Dilepas, Kini Jadi Masalah

Untuk memahami mengapa "Radar Saves Us" begitu penting, kita harus kembali ke Mei 2021. Saat itulah Tesla menarik radar depan dari mobilnya dan beralih ke sistem kamera murni yang disebut "Tesla Vision." Sensor ultrasonik menyusul pada 2022. Keputusan ini tidak bulat. Insinyur Tesla dilaporkan mencoba membujuk Musk agar tidak melepas radar, memperingatkan bahwa kamera yang buta oleh hujan atau sinar matahari bisa menyebabkan kecelakaan. Musk mengesampingkan mereka.

Dalam pesan langsung yang dipublikasikan tahun lalu, Musk bahkan mengakui poin teknis inti: "visi dengan radar resolusi tinggi akan lebih baik daripada visi murni." Namun, pembenarannya adalah radar biasa pada saat itu "justru mengurangi signal/noise." Kini, NHTSA memberi Tesla batas waktu hingga 12 Agustus untuk menanggapi seluruh permintaan. Jika gagal, Tesla menghadapi denda perdata hingga USD 27.874 per hari, dengan batas maksimum mendekati USD 139 juta.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks