PALEMBANG — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang Kemas Haikal menyatakan penurunan angka kemiskinan tersebut berdasarkan rilis Profil Kemiskinan Kota Palembang Maret 2026 yang dikeluarkan BPS. Data itu diolah GoodStats dengan rata-rata kemiskinan Sumatera Selatan masih 10,15 persen per September 2025, sementara angka nasional 8,25 persen.
"Alhamdulillah, berdasarkan data resmi BPS Kota Palembang per Maret 2026, persentase penduduk miskin Kota Palembang turun signifikan menjadi 8,35 persen," ujar Haikal, Sabtu (17/10/2026).
Posisi pertama ditempati Kota Pagar Alam dengan 7,12 persen, turun dari 7,70 persen pada 2025. Disusul Kabupaten Banyuasin 8,28 persen, turun dari 8,48 persen, lalu Kota Palembang di urutan ketiga dengan 8,35 persen.
Haikal menilai capaian itu membuktikan program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemkot Palembang bersama seluruh pemangku kepentingan berjalan efektif dan tepat sasaran.
BPS juga mencatat perbaikan kualitas hidup penduduk miskin, bukan hanya jumlahnya. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun 0,18 poin dari Maret 2025 menjadi 1,22 pada Maret 2026.
"Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk miskin semakin dekat ke Garis Kemiskinan. Artinya, mereka semakin sejahtera," kata Haikal.
Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) tercatat 0,27, turun 0,05 poin dari Maret 2025. Menurut Haikal, angka itu menandakan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin mengecil dan merata.
Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, hampir seluruh wilayah mencatat penurunan angka kemiskinan. Musi Rawas Utara (Muratara) mencatat penurunan paling tajam, dari 15,25 persen pada 2025 menjadi 11,70 persen pada 2026 atau berkurang 3,55 poin.
Meski turun, Muratara masih menjadi daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi di Sumsel. Posisi berikutnya ditempati Musi Rawas 12,59 persen, OKI 11,48 persen, Lahat 11,04 persen, dan Ogan Ilir 11,01 persen.
Daerah dengan kemiskinan terendah setelah Pagar Alam, Banyuasin, dan Palembang adalah OKU Timur 8,55 persen, PALI 8,86 persen, OKU Selatan 8,89 persen, serta Muara Enim 8,98 persen. Sementara Prabumulih tercatat 9,37 persen dan Empat Lawang 10,29 persen.
Pemkot Palembang belum memerinci program apa yang akan dilanjutkan pada 2027 untuk menjaga tren penurunan angka kemiskinan di kota tertua di Indonesia itu.