Kabut Asap Karhutla OKI Selimuti Palembang, Kualitas Udara Kembali Level Berbahaya

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:46:31 WIB
Kabut asap dari Karhutla OKI menyelimuti Palembang dan menurunkan jarak pandang pada pagi hari.

PALEMBANG — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menyebut lonjakan partikulat itu terjadi sejak dini hari. Pada pukul 01.00 WIB, angka PM2.5 tercatat 436,1 µg/m³, lalu naik ke 476,9 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.

Setelah titik puncak itu, konsentrasi partikulat berangsur turun. Pukul 03.00 WIB tercatat 388,3 µg/m³, pukul 04.00 WIB menjadi 349,7 µg/m³, dan pada pukul 08.00 WIB berada di 314,8 µg/m³.

"Hingga pagi hari kualitas udara masih berada di kategori berbahaya," kata Wandayantolis.

Asap Kiriman dari Karhutla OKI dan Sekitarnya

Wandayantolis menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Palembang masih bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Komering Ilir dan sekitarnya. Pergerakan angin ke arah barat laut ikut memindahkan asap dari wilayah tersebut hingga berdampak pada udara Palembang.

"Iya masih dari wilayah OKI (asap karhutla) dan sekitarnya. Diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan," ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap masih cukup tebal, meski di beberapa titik intensitasnya berkurang. Jarak pandang terbatas dan bau asap sesekali tercium.

Warga Sukarami: Pengap Meski Sudah Pakai Masker

Erna Silalahi, warga Sukarami, Palembang, merasakan langsung dampaknya saat berangkat kerja pagi. Ia menyebut kabut asap hari itu lebih pekat dibanding sehari sebelumnya.

"Saya tadi pagi berangkat kerja sekitar pukul 06.30 WIB, kabut asap pekat lagi. Sudah pakai masker masih terasa pengap dan baunya menyengat. Penglihatan juga cukup kabur, karena kabut asap nutupin jalan," kata Erna.

Ia membandingkan kondisi Selasa pagi dengan Senin (19/10), saat langit sempat terlihat lebih cerah karena asap berkurang. Erna berharap pemerintah bergerak cepat menangani kabut asap.

"Kemarin sempat cerah, langit juga terlihat lebih jelas karena kabut asap berkurang, tapi hari ini kabut asap pekat lagi. Harapannya, agar pemerintah cepat bertindak lagi atasi kabut asap," jelasnya.

Fluktuasi Sehari Sebelumnya

Pada Senin (19/10), kualitas udara Palembang sempat berada di kategori sangat tidak sehat sebelum kembali memburuk ke level berbahaya. Data Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang menjadi rujukan pemantauan harian konsentrasi partikulat di kota itu.

Wandayantolis menegaskan, hingga pagi hari status udara belum turun dari kategori berbahaya. Warga diminta membatasi aktivitas luar ruang dan tetap memakai masker selama kabut asap belum mereda.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top