Pemkot Palembang Siapkan 42 Puskesmas Jadi Ruang Aman Asap Karhutla, Dilengkapi AC dan Air Purifier

Penulis: Khairul Anwar  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:47:01 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau ruang aman asap di puskesmas yang dilengkapi pendingin udara dan alat pemurni udara.

PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan kabut asap karhutla yang kembali menyelimuti kota itu menjadi perhatian serius pemerintah kota. Selain ruang berpendingin udara, sejumlah puskesmas menyediakan tempat duduk khusus untuk balita dan warga lanjut usia.

Layanan tersebut beroperasi setiap hari pada jam kerja dan tidak memungut biaya dari warga yang datang mencari perlindungan.

Apa Saja Fasilitas di Ruang Aman Asap Puskesmas

Ruang aman asap dirancang sebagai tempat berlindung sementara bagi warga yang terpapar kabut asap di luar ruangan. Setiap fasilitas dilengkapi pendingin udara dan alat pemurni udara untuk menekan konsentrasi partikel asap di dalam ruangan.

Pemerintah kota juga menambahkan fasilitas khusus berupa tempat duduk bagi balita dan lansia. Dua kelompok usia itu paling rentan mengalami gangguan pernapasan saat kualitas udara memburuk.

Ratu Dewa mengimbau warga yang membutuhkan tempat aman segera mendatangi puskesmas terdekat. Menurut dia, layanan disiapkan agar masyarakat mendapat tempat yang aman dan nyaman dari paparan kabut asap.

Imbauan Masker untuk Warga Palembang

Selain menyiapkan ruang perlindungan, pemerintah kota mengingatkan warga untuk tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan itu disampaikan langsung oleh Ratu Dewa di Palembang.

"Masyarakat juga kami ingatkan kembali untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan agar terhindar dari kabut asap," ujarnya.

Kabut asap akibat karhutla memang berulang menyelimuti Palembang pada musim kemarau. Pola ini membuat pemerintah kota menyiapkan skema perlindungan jangka pendek di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.

Kenapa Puskesmas Jadi Titik Perlindungan

Puskesmas dipilih karena tersebar hingga tingkat kelurahan dan kecamatan, sehingga warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapat udara yang lebih bersih. Jaringan 42 puskesmas itu mencakup hampir seluruh wilayah administratif kota.

Fasilitas kesehatan tingkat pertama juga menjadi pintu masuk penanganan gangguan pernapasan. Warga yang mulai merasakan keluhan bisa langsung memeriksakan diri di lokasi yang sama.

Pemerintah kota belum merinci berapa lama layanan ruang aman asap akan berlangsung. Durasi penanganan akan bergantung pada perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di sekitar Palembang.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top