PALEMBANG — Penghargaan TPAKD Terbaik Nasional Wilayah Sumatera diterima Pemprov Sumatera Selatan berkat kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel, industri jasa keuangan, dan sejumlah pemangku kepentingan. Program 100.000 Sultan Muda Sumsel menjadi motor utama di balik capaian tersebut.
Program strategis Gubernur Sumsel itu menyatukan literasi dan inklusi keuangan, pengembangan kewirausahaan, pembiayaan produktif, sampai perluasan pasar domestik dan internasional. Akses keuangan tidak berhenti pada pemahaman layanan keuangan, tetapi ikut mendorong pelaku usaha menambah kapasitas produksi dan menjangkau pasar lebih luas.
Hasil konkret ekosistem usaha itu terlihat dari ekspor kopi langsung melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang. Sejak ekspor perdana Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 17 kali pengiriman dengan volume 340,4 ton atau setara 19 kontainer.
Kopi Sumsel telah menjangkau Uni Emirat Arab, Kamboja, Malaysia, dan Australia. Pengembangan ekosistem kopi ini didukung realisasi kredit Rp363,2 miliar.
Pembiayaan yang menyentuh berbagai mata rantai usaha diharapkan menaikkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing produk Sumsel di pasar internasional.
Kinerja pengusaha muda Sumsel juga tampak dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026. Partisipasi mereka menghasilkan sembilan kesepakatan perdagangan internasional senilai sekitar Rp501,4 miliar.
Salah satu kesepakatan berupa perdagangan biji kopi ke Rusia melalui PT Agri Ekspor Indonesia bersama Kontinent LLC untuk tahun 2027. Kesepakatan itu menambah peluang pemasaran komoditas unggulan Sumsel di pasar global.
Di rangkaian Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi stan Agam Pisan Coffee Roasters x Basnom SSEXIM HIPMI Sumsel. Kunjungan itu menjadi kesempatan memperkenalkan kopi Sumsel sekaligus menunjukkan perkembangan ekosistem kewirausahaan yang dibangun.
Perhatian Presiden terhadap kemampuan petani kopi Sumsel menembus pasar ekspor menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, akses pembiayaan, dan keterhubungan petani dengan rantai perdagangan internasional.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto menjelaskan, penguatan TPAKD Sumsel didukung pendekatan kolaboratif melalui program Diplomasi Kopi. OJK Sumsel mengoptimalkan fasilitas kantornya sebagai Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) dan Pusat Kolaborasi dan Akselerasi Ekonomi Daerah Sumsel Maju Terus untuk Semua.
Kedua fasilitas itu menjadi ruang pertemuan pelaku usaha, industri jasa keuangan, pemerintah, calon pembeli, dan mitra bisnis. Mereka membangun kerja sama, memetakan kebutuhan pembiayaan, serta membuka peluang pasar.
Kolaborasi mencakup seluruh mata rantai usaha, dari petani, pengumpul hasil pertanian, pembeli atau offtaker, penyedia logistik, eksportir, industri pengolahan, hingga jaringan kedai kopi. Kebutuhan modal dipetakan sesuai karakteristik usaha agar dukungan lembaga keuangan lebih tepat sasaran.
"Penghargaan ini bukanlah ultimate goal dari kerja bersama kita. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana akses keuangan benar-benar dapat menggerakkan aktivitas ekonomi, membuka kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Arifin.
Menurut Arifin, koordinasi yang efektif tidak harus selalu berlangsung dalam suasana formal. Lewat Diplomasi Kopi, para pemangku kepentingan dapat membangun kepercayaan dan mempertemukan kebutuhan usaha dengan solusi pembiayaan.