PALEMBANG — Kemitraan Polda Sumsel dengan dunia akademik dibangun lewat pertemuan yang dihadiri langsung para pimpinan kampus, baik secara luring maupun daring. Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Iwan Sonjaya, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, dan seluruh Kapolres jajaran turut hadir mendampingi Kapolda.
Rony menegaskan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dikerjakan kepolisian sendirian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor termasuk keterlibatan kaum intelektual menjadi syarat agar penanganan persoalan sosial berjalan di akar rumput.
Forum ini menyoroti tiga persoalan utama di Sumatera Selatan: pemberantasan peredaran narkoba, penanganan premanisme, serta pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketiganya dinilai butuh rumusan solusi yang tidak cukup diselesaikan lewat penindakan semata.
Kapolda menilai pendekatan berbasis pengetahuan (knowledge-based approach) dari kalangan akademisi diperlukan untuk merumuskan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Kajian ilmiah, data riset, serta masukan konstruktif dari kampus diharapkan mendukung kebijakan kepolisian di lapangan.
"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Melalui semangat 'Polisi Bersama Masyarakat', kami mengajak para akademisi untuk bersinergi. Perguruan tinggi memiliki kekuatan riset dan edukasi yang vital untuk menyelesaikan persoalan sosial di akar rumput," ujar Irjen Pol. Rony Samtana dalam sambutannya.
Rony menjabarkan kebutuhan konkret di masing-masing isu. Untuk karhutla, ia menyebut pendekatan sains dan teknologi dibutuhkan agar pencegahan lebih akurat. Sementara untuk narkoba dan premanisme, strategi edukasi harus tepat sasaran bagi generasi muda.
"Terkait karhutla, misalnya, kita butuh pendekatan sains dan teknologi untuk pencegahan yang lebih akurat. Untuk narkoba dan premanisme, kita butuh strategi edukasi yang tepat sasaran bagi generasi muda. Di sinilah peran kampus sangat krusial," tambah Rony Samtana.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menambahkan, silaturahmi ini menjadi wujud keterbukaan institusi polisi menerima kritik dan saran membangun dari kalangan akademisi. Menurutnya, kemitraan tersebut bukan sekadar formalitas.
"Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Kami berharap kolaborasi ini menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam penanganan masalah keamanan di Sumsel," kata Nandang.
Polda Sumsel menargetkan sinergi dengan dunia pendidikan melahirkan ekosistem keamanan yang lebih cerdas, preventif, dan partisipatif. Arah itu ditempuh lewat keterlibatan aktif kampus dalam kajian maupun edukasi hukum ke masyarakat.
Pertemuan ini disebut sebagai implementasi program prioritas Kapolri. Polda Sumsel optimistis kolaborasi penegak hukum dan dunia pendidikan memperkuat upaya mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, tertib, dan maju.