KAYUAGUNG — Operasi Patuh Polres OKI melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk pimpinan Hutama Karya, Waskita, dan Jasa Raharja. Keterlibatan berbagai pihak itu disebut sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah kabupaten tersebut.
Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta menegaskan pelaksanaan operasi harus berorientasi pada pencegahan kecelakaan dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
"Operasi Patuh ini bukan semata-mata untuk menindak pelanggaran, tetapi juga untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Kami ingin setiap pengguna jalan memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam melindungi diri sendiri dan orang lain," ujarnya.
Polres OKI menetapkan enam sasaran prioritas dalam Operasi Patuh kali ini. Penentuan sasaran mengacu pada pemetaan lokasi dan waktu rawan kecelakaan, sehingga penempatan personel di lapangan diharapkan lebih tepat sasaran.
Menurut Kapolres, perilaku tidak tertib di jalan raya dapat membahayakan keselamatan, baik bagi pelanggar maupun pengguna jalan lainnya. Masyarakat diharapkan menjadikan disiplin berlalu lintas sebagai kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak melakukan tindakan yang berisiko menyebabkan kecelakaan. Keselamatan personel dan masyarakat adalah hal utama dalam pelaksanaan tugas di lapangan," katanya.
Operasi Patuh Polres OKI berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui kegiatan ini, kepolisian berharap tingkat kepatuhan pengguna jalan meningkat dan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
Polres OKI juga mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan operasi dengan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Tujuannya agar kondisi jalan di Kabupaten OKI tetap aman, tertib, dan lancar selama periode operasi maupun setelahnya.