PHK Singapura Capai 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Pandemi

Penulis: Khairul Anwar  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:20:01 WIB
Kementerian Tenaga Kerja Singapura mencatat 4.800 pekerja terkena PHK pada kuartal III-2026.

SUMATERA SELATAN — Kementerian Tenaga Kerja Singapura mencatat 4.800 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada kuartal III-2026, naik dari 4.620 orang di kuartal sebelumnya. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak kuartal IV-2020 yang mencapai 5.640 orang. Kenaikan ini menandakan tekanan baru di pasar tenaga kerja negara tersebut, terutama di sektor yang bergantung pada pasar internasional.

Paragraf pembuka: Kementerian Tenaga Kerja Singapura merilis data ketenagakerjaan kuartal III-2026 yang menunjukkan PHK tetap tinggi di sektor-sektor berorientasi ekspor. Data itu dikutip Reuters, Jumat (30/10/2026), dan menjadi perhatian karena terjadi saat penyerapan tenaga kerja justru tumbuh.

Jumlah PHK sempat menurun setelah 2020 seiring berkurangnya populasi Singapura akibat pembatasan perjalanan dan hilangnya pekerjaan. Kondisi itu mendorong pekerja asing meninggalkan pusat bisnis tersebut, sehingga pasar tenaga kerja sempat lebih ketat.

Pengangguran Lokal Ikut Naik Tipis

Tingkat pengangguran keseluruhan Singapura bertahan di angka 2% pada September 2026. Namun, pengangguran penduduk lokal dan warga negara Singapura masing-masing naik tipis menjadi 3% dan 3,1%, dari sebelumnya 2,9% dan 3% pada Agustus 2026.

Pemerintah Singapura juga mencatat proporsi perusahaan yang berencana melakukan PHK dalam tiga bulan ke depan mencapai 3,1%. Angka itu naik tipis dari 2,8% pada bulan sebelumnya.

Sinyal Kelemahan di Sebagian Pasar Kerja

Kementerian Tenaga Kerja Singapura menilai kenaikan rencana PHK menunjukkan adanya kelemahan yang mulai muncul di beberapa bagian pasar tenaga kerja. Lembaga itu menyebut kondisi tersebut perlu dipantau dengan saksama.

"Meskipun pasar tenaga kerja terus berkembang, angka PHK tetap tinggi. Hal ini ditambah dengan meningkatnya rencana perusahaan untuk melakukan PHK, menunjukkan adanya kelemahan yang mulai muncul di beberapa bagian pasar tenaga kerja yang perlu dipantau dengan saksama," ujar kementerian Singapura.

Di sisi lain, total penyerapan tenaga kerja tumbuh 27.700 orang pada kuartal III-2026. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 11.400 orang pada kuartal II-2026 dan 25.100 orang pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Tingginya PHK di sektor berorientasi luar negeri menjadi sorotan karena Singapura merupakan salah satu pusat bisnis utama di kawasan. Bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia, gelombang PHK ini menjadi sinyal perlunya kehati-hatian dalam merencanakan karier di sana.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top