SUMATERA SELATAN — Persib Bandung menjadi penyumbang terbesar koefisien Liga Indonesia periode 2018-2027 dengan kontribusi 41,9 persen, jauh meninggalkan klub lain. Dominasi Maung Bandung mengangkat Indonesia ke posisi ke-16 Asia dengan total 31.309 poin versi Footy Rankings.
Angka 41,9 persen itu datang dari konsistensi Persib di kompetisi Asia selama beberapa musim terakhir. Klub berjuluk Maung Bandung tersebut mampu menembus fase penting turnamen kontinental, sehingga poin yang mereka kumpulkan berpengaruh besar terhadap peringkat nasional.
Data Footy Rankings menempatkan Indonesia di posisi ke-16 Asia dengan akumulasi 31.309 poin. Perolehan itu dihitung dari performa seluruh klub Tanah Air yang berkompetisi di ajang Asia sepanjang periode 2018 hingga 2027.
PSM Makassar dan Madura United Jadi Penyumbang Berikutnya
Di bawah Persib, PSM Makassar menempati urutan kedua dengan kontribusi 13,6 persen. Madura United menyusul dengan 11,6 persen, lalu Borneo FC 10,5 persen dan Dewa United 10,1 persen.
Bali United mencatat 7,5 persen, sementara Persija Jakarta hanya menyumbang 4,8 persen. Sebaran angka ini memperlihatkan jarak lebar antara Persib dan klub-klub lainnya dalam hal kontribusi poin kontinental.
Kontribusi Persija 4,8 Persen Picu Reaksi Warganet
Rendahnya sumbangan Persija justru mencuri perhatian netizen di unggahan Instagram @bolacomid. Banyak komentar mempertanyakan mengapa klub ibu kota dengan sejarah panjang dan gelar domestik melimpah hanya mencatat angka sekecil itu.
"Seriusan 11x juara kontribusinya segitu?" tulis salah satu warganet dengan nada heran, seperti dikutip dari unggahan tersebut.
Komentar bernada satire juga muncul, menyoroti dinamika rivalitas antarpendukung yang masih hangat di media sosial. Persija memang dikenal sebagai salah satu klub tersukses di level domestik, tetapi catatan di kompetisi Asia dinilai belum sebanding.
Arema, Persipura, dan Sriwijaya Absen dari Daftar
Sejumlah netizen turut menyoroti absennya nama-nama besar seperti Arema FC, Persipura Jayapura, dan Sriwijaya FC. Ketiga klub itu diingat sebagai wakil Indonesia yang disegani di kompetisi Asia pada masanya.
Sejak 2018, performa dan keikutsertaan mereka di level kontinental menurun. Kondisi itu membuat mereka tidak lagi menyumbang poin terhadap koefisien liga.
Poin Kontinental Kini Menentukan Jatah Wakil Indonesia
Performa klub di kompetisi internasional menjadi tolok ukur penting bagi reputasi liga domestik. Semakin tinggi kontribusi klub terhadap koefisien, semakin besar peluang Indonesia memperoleh jatah lebih banyak di turnamen Asia seperti AFC Champions League dan AFC Cup.
Bagi Persib, capaian ini menegaskan posisi mereka sebagai klub paling produktif dalam mengangkat nama Indonesia di kancah Asia selama satu dekade terakhir. Sementara klub lain punya pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan di pentas kontinental.