SUMATERA SELATAN — Pembangunan RSUD Thohir Krui bukan sekadar proyek infrastruktur. Bagi masyarakat Pesisir Barat dan sekitarnya, ini adalah pintu masuk ke layanan medis yang sebelumnya harus ditempuh berjam-jam ke kota besar.
"Saya bergembira bahwa Kabupaten Pesisir Barat ini di Kota Krui ini sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai," ujar Presiden Prabowo saat meresmikan fasilitas tersebut.
Presiden hadir didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, serta Direktur Utama PTPP Novel Arsyad.
Fokus pada Enam Penyakit Prioritas
Menkes Budi memaparkan, rumah sakit ini dirancang untuk menangani enam penyakit prioritas nasional: stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Targetnya, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk penanganan penyakit-penyakit tersebut.
Langkah ini sejalan dengan program Kementerian Kesehatan yang mempercepat pembangunan 66 rumah sakit di berbagai daerah. RSUD Thohir Krui menjadi salah satu proyek yang paling awal rampung dan diresmikan.
PTPP Garap Konstruksi Rumah Sakit
PT PP (Persero) Tbk dipercaya sebagai kontraktor utama pembangunan rumah sakit ini. Perusahaan pelat merah itu memiliki pengalaman panjang dalam proyek infrastruktur kesehatan, termasuk pembangunan rumah sakit dan fasilitas medis di berbagai daerah.
Peresmian langsung oleh Presiden Prabowo menandakan urgensi dan prioritas pemerintah terhadap pemerataan layanan kesehatan, khususnya di kawasan yang selama ini sulit dijangkau.
Kehadiran RSUD Thohir Krui diharapkan tidak hanya menekan angka rujukan ke luar daerah, tetapi juga menurunkan beban biaya transportasi dan akomodasi yang selama ini ditanggung pasien dan keluarganya.