Pencarian

Sydney Kaila Ajak Warga Kalteng Pakai Masker N95 Hadapi Kabut Asap

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 15:48:01 WIB
Sydney Kaila Ajak Warga Kalteng Pakai Masker N95 Hadapi Kabut Asap
Artis cilik Sydney Kaila Safia mengimbau warga Kalimantan Tengah memakai masker N95 saat kabut asap Karhutla menyelimuti sejumlah wilayah.

SUMATERA SELATAN — Artis cilik sekaligus konten edukator asal Kalimantan Tengah, Sydney Kaila Safia, mengimbau masyarakat memakai masker N95 saat kabut asap Karhutla menyelimuti sejumlah wilayah provinsi itu. Imbauan disampaikan lewat platform edukasinya, dengan menekankan bahwa masker kain tidak efektif menyaring partikel halus PM2.5. Sydney juga mendesak warga menghentikan praktik membuka lahan dengan cara membakar.

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti sejumlah daerah di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu mengganggu aktivitas warga sekaligus mengancam kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru.

Sydney Kaila Safia menyoroti dampak yang ia lihat langsung di lingkungan sekitarnya. Setiap pagi, udara yang masuk lewat jendela bukan udara segar, melainkan bau asap. Ia menyebut banyak anak sekolah batuk-batuk dan lansia mengalami sesak napas.

"Setiap pagi saya membuka jendela, yang masuk bukan udara segar, tapi bau asap. Saya melihat banyak anak sekolah batuk-batuk, lansia sesak. Hati saya sakit, karena mereka tidak salah apa-apa," ujar Sydney dalam keterangannya, Jumat (17/10/2026).

Lima Imbauan Kesehatan dari Sydney Kaila

Melalui platform edukasinya, Sydney merangkum lima langkah perlindungan diri yang bisa langsung diterapkan warga Kalteng. Poin pertama menyangkut pemilihan masker yang tepat.

Masker kain dinilai tidak efektif menyaring PM2.5. Warga diminta memakai masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar rumah.

Kedua, aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi. Olahraga dan bermain di luar sebaiknya dihindari, khususnya saat kabut asap menebal pada pagi dan sore hari.

Ketiga, udara di dalam rumah harus tetap bersih. Pintu dan jendela ditutup rapat, konsumsi air putih dinaikkan minimal dua liter per hari, dan asupan buah serta sayur diperbanyak untuk menjaga daya tahan tubuh.

Keempat, kelompok rentan mendapat perhatian khusus. Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita asma sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan.

Kelima, warga diminta mengenali gejala dan segera memeriksakan diri. Batuk berkepanjangan, sesak napas, mata perih, dan pusing menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan. Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jadi tujuan pertama.

Data Hotspot dan Risiko PM2.5

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat peningkatan titik panas akibat cuaca kering berkepanjangan. Partikel halus PM2.5 dari asap Karhutla dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan sakit tenggorokan.

Risiko lebih berat mengintai penderita asma dan penyakit jantung. Kelompok ini disebut paling rentan mengalami perburukan kondisi ketika kualitas udara memburuk.

Seruan Berhenti Membakar Lahan

Di luar imbauan kesehatan, Sydney mendorong perubahan perilaku di tingkat masyarakat. Ia meminta warga berhenti membuka lahan dengan cara membakar.

"Asap ini bukan takdir, ini akibat ulah kita. Satu api kecil yang disulut karena malas, dampaknya ribuan paru-paru yang terluka. Kalteng ini rumah kita, rumah harusnya jadi tempat paling aman untuk bernapas," tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, petugas di lapangan, dan kesadaran masyarakat mempercepat pemulihan kualitas udara di Kalimantan Tengah.

Posko Kesehatan dan Layanan Pengaduan

Pemerintah Provinsi Kalteng telah menyiagakan posko kesehatan bagi warga terdampak. Layanan pengaduan Karhutla juga dibuka melalui Call Center 117.

Langkah tersebut melengkapi upaya penanganan di lapangan. Bagi warga yang ingin melaporkan titik api atau membutuhkan bantuan kesehatan, kanal pengaduan menjadi jalur resmi yang bisa digunakan.

Imbauan Sydney menambah suara dari kalangan figur publik muda Kalteng di tengah situasi kabut asap. Seruan serupa sebelumnya datang dari sejumlah pihak, namun pesan lewat platform edukasi anak dan remaja dinilai lebih mudah menjangkau kelompok usia sekolah yang termasuk penerima risiko ISPA.

Follow www.palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tabengan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks