SUMATERA SELATAN — BYD menjual lebih dari 20.000 unit di Korea Selatan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, melampaui total penjualan gabungan Toyota dan Lexus. Angka itu muncul saat merek China lain seperti Zeekr dan Xpeng menyiapkan ekspansi ke pasar Jepang dan Korsel dengan strategi harga terjangkau plus fitur lengkap. Di Korea, seperempat mobil baru yang terjual tahun ini sudah berupa kendaraan listrik.
Riset lembaga Carisyou mencatat capaian BYD tersebut sebagai sinyal pergeseran preferensi konsumen Korea Selatan. Merek asal Shenzhen itu kini bersaing langsung di segmen yang selama ini dikuasai Hyundai dan Kia, terutama untuk mobil listrik berbanderol di bawah rata-rata pasar.
Kim Min-seon dan Pertanyaan "Kenapa Beli Mobil China?"
Kim Min-seon membeli BYD Dolphin pada Juli tahun ini setelah rencananya meminang Hyundai Casper EV kandas. Pengiriman unit Casper EV disebut harus menunggu lebih dari dua tahun.
"Semua orang bereaksi seperti 'Kenapa kamu beli mobil buatan China? Apa kamu mau bunuh diri,'" ujar warga Seoul itu, dikutip Reuters.
Keraguan serupa sempat dialami Lee Seong-dong. Setelah menjajal langsung BYD Dolphin, pandangannya berubah.
"Sejujurnya, saya juga tidak memiliki citra yang baik soal mobil-mobil China. Melihat mobil itu secara langsung dan mengendarainya telah mengubah pemikiran saya secara signifikan," kata Lee.
Harga BBM Naik Hampir 10 Persen, Momentum BYD
Analis senior Eugene Investment and Securities Lee Jae-il menilai BYD berhasil memanfaatkan minat warga Korsel terhadap EV murah. Harga bahan bakar dilaporkan melonjak hampir 10 persen sejak konflik AS-Israel vs Iran.
"Waktunya sangat tepat bagi BYD," ucap Lee Jae-il.
Kondisi berbeda dialami Hyundai dan Kia. Kedua merek lokal itu memilih fokus menggarap mobil listrik kelas premium, sehingga segmen harga terjangkau relatif longgar untuk pemain baru.
Zeekr sampai Xpeng Ikut Antre Masuk
Zeekr mulai menerima pemesanan SUV 7-X di Korea Selatan pada Juni. Merek ini berencana membuka 14 showroom hingga akhir tahun.
Chery diprediksi merambah Jepang pada 2027. Xpeng dikabarkan tengah mencari kandidat untuk mengembangkan jaringan ritelnya. Ekspansi ini membuat produsen Korea cemas.
Ketua Asosiasi Otomotif dan Mobilitas Korea menyerukan pemberian insentif pajak bagi mobil listrik buatan Korea. Para produsen mobil itu disebut "sangat putus asa" oleh Lee Jae-il.
Jepang Jadi Medan yang Jauh Lebih Berat
Penetrasi mobil listrik China di Jepang berjalan lambat. Adopsi kendaraan listrik di sana hanya sekitar 3 persen dari total penjualan, menurut data industri setempat. Merek non-Jepang pun hanya meraih pangsa sekitar 6 persen di segmen mobil penumpang.
BYD mulai berjualan di Jepang pada 2023 dan kini punya lebih dari 75 dealer, dengan target 100 dealer. Sepanjang sembilan bulan tahun ini, BYD menjual sekitar 4.000 unit di Jepang atau hanya 0,1 persen pangsa pasar.
Pada Juli 2026, BYD meluncurkan kei car listrik bernama Racco, segmen yang selama ini dikuasai pabrikan domestik. Hingga September, penjualannya baru 650 unit. Meski begitu, tren tahun ke tahun BYD di Jepang terus naik.
"Ini bukan soal pangsa pasar, ini soal pertumbuhannya," kata konsultan Alvarez & Marsal, Marc Yamada.