MUBA — Kapolsek Sanga Desa Iptu Harun Suardi menyatakan KRYD digelar sebagai langkah penguatan pengamanan wilayah, bukan sekadar patroli rutin. Personel Reskrim dan Samapta dikerahkan dalam kegiatan yang dipusatkan di depan Mako Polsek Sanga Desa.
Menurut Harun, sasaran utama kegiatan adalah menekan tiga jenis kejahatan yang paling meresahkan warga, yakni Curas, Curat, dan Curanmor. Ketiganya kerap muncul di wilayah yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi dan akses jalan antarwilayah.
Mengapa KRYD Dipusatkan di Depan Mako Polsek
Penempatan personel di depan markas bukan tanpa alasan. Lokasi itu menjadi titik pantau pertama bagi warga yang melintas dan menjadi wajah kesiapan polisi di tingkat kecamatan.
Harun menegaskan kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Sanga Desa disebutnya tetap terjaga dan kondusif.
"Alhamdulillah kegiatan aman dan terkendali, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Sanga Desa terus terjaga dan kondusif," tegas Harun, Sabtu (31/10).
Warga Diminta Segera Lapor jika Ada Potensi Gangguan
Polsek Sanga Desa membuka jalur pelaporan bagi warga yang menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing. Harun memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti.
"Segera lapor bila ada potensi gangguan di masyarakat. Pasti kami layani dan tindaklanjuti," pungkasnya.
KRYD di Sanga Desa menjadi bagian dari pola pengamanan berkala yang diterapkan jajaran kepolisian di Kabupaten Musi Banyuasin. Pola ini menempatkan personel di lapangan pada jam-jam rawan, terutama malam hari saat aksi pencurian kendaraan bermotor cenderung meningkat.