PALEMBANG — Kabut asap karhutla yang mengepul sejak pagi memaksa sejumlah pengendara menyalakan lampu kendaraan meski hari belum gelap. Pantauan di beberapa titik menunjukkan jarak pandang terbatas hanya beberapa meter, membuat aktivitas warga terganggu sejak pagi.
Dampak pada kesehatan mulai dirasakan warga. Seorang pegawai negeri di Palembang, Diah Gunderi, menyebut kabut asap pagi ini jauh lebih tebal dibanding hari sebelumnya.
"Kabut kembali tebal dan pekat, sesak nafas dan mata perih," kata Diah kepada CNN Indonesia, Selasa.
44 Titik Terbakar Tercatat di Sumatera Selatan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 44 area terbakar di Sumatera Selatan. Kepala BNPB menyebut sebagian besar kebakaran diduga akibat aktivitas pembukaan lahan.
Catatan BNPB juga menunjukkan kualitas udara di Palembang sempat masuk kategori sangat tidak sehat. Nilai PM2.5 menembus 215,6 mikrogram per meter kubik pada Senin (19/10).
Warga Minta Pemerintah Bergerak Cepat
Kabar buruknya, asap tidak hanya mengganggu jarak pandang. Keluhan sesak napas dan mata perih yang disampaikan warga menunjukkan dampak kesehatan sudah meluas ke aktivitas harian.
Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah cepat untuk mengatasi karhutla. Harapan itu muncul agar kabut asap tidak semakin parah dan aktivitas warga tidak terus terganggu.