SUMATERA SELATAN — Produksi massal Tesla Roadster versi terbang dinilai kecil kemungkinan terwujud oleh Profesor Emeritus Jay Ritter dari Universitas Florida. Keraguan itu muncul bukan karena demonstrasi dianggap palsu, melainkan karena soal keselamatan dan tanggung jawab hukum produk. Tesla sendiri baru memperkenalkan mobil sport listrik tersebut pekan lalu.
Jay Ritter, pengajar di Warrington College of Business, Universitas Florida, menyampaikan penilaian itu dalam wawancara dengan Kantor Berita Rusia RIA Novosti dari Washington. Ritter menjabat direktur The IPO Initiative di Departemen Keuangan, Asuransi, dan Real Estat kampus tersebut.
Keselamatan Jadi Penghalang Utama
Menurut Ritter, kekhawatiran soal keselamatan adalah kendala terbesar. Mobil seberat sekitar 2.000 kilogram yang melayang di udara membawa risiko yang sulit dipertanggungjawabkan bila terjadi kegagalan sistem.
"Menurut perkiraan saya, hanya sedikit Tesla model baru ini yang dapat diproduksi. Kekhawatiran terkait tanggung jawab hukum atas produk akan menjadi masalah besar," kata Ritter.
Ritter juga mempertanyakan keandalan kendaraan. "Bagaimana jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana dan seseorang tewas akibat mobil seberat 2.000 kilogram yang jatuh dari langit?" ujarnya.
Demonstrasi Diyakini Asli
Meski meragukan produksi massal, Ritter tidak menyangsikan keaslian demonstrasi. Ia menyebut video mobil terbang Tesla itu nyata dan dilakukan di hadapan penonton langsung.
Pekan lalu Tesla memperkenalkan Roadster versi baru. Dalam demonstrasi, kendaraan itu melompati rintangan, berputar pada porosnya, melayang sesaat di atas tanah, lalu mendarat sambil berputar.
Klaim Musk dan Respons Trump
Elon Musk menyatakan Roadster akan mampu melakukan berbagai atraksi dalam mode otonom. Ia menyebut kendaraan itu punya kemampuan yang ia gambarkan sebagai "sentient" atau memiliki kesadaran.
Presiden AS Donald Trump mengaku terkesan dengan demonstrasi tersebut. Kendati begitu, Trump menyatakan kemungkinan besar ia tidak akan pernah berada di dalam kendaraan baru itu.
Keraguan Ritter menambah daftar pertanyaan soal masa depan Roadster terbang. Tesla belum memberi keterangan resmi mengenai jadwal produksi maupun volume unit yang akan dibuat.