Pencarian

Danantara Targetkan New Asia Forum Mobilisasi Modal US$30 Miliar di Bali

Kamis, 22 Oktober 2026 • 13:19:01 WIB
Danantara Targetkan New Asia Forum Mobilisasi Modal US$30 Miliar di Bali
BPI Danantara menargetkan The New Asia Forum di Bali memobilisasi lebih dari US$30 miliar untuk kawasan Asia.

SUMATERA SELATAN — BPI Danantara menargetkan The New Asia Forum di Bali pada 3-4 Desember 2026 memobilisasi lebih dari US$30 miliar atau sekitar Rp541,2 triliun untuk kawasan Asia. Sekitar 40-50 persen dari target dana itu diharapkan mengalir ke Indonesia, meski statusnya masih proyeksi, bukan komitmen investasi yang terealisasi.

Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala Mansury menyatakan forum itu dirancang mempertemukan investor, pemilik modal jangka panjang, pemerintah, dan pemilik proyek. Tujuannya mendorong arus investasi ke Asia, terutama Asia Tenggara. Perhitungan Rp541,2 triliun memakai asumsi kurs Rp18.040 per dolar AS.

Kesenjangan antara Kontribusi Pertumbuhan dan Arus Modal

Asia menyumbang sekitar 60 persen pertumbuhan global, tetapi hanya menerima kurang dari 30 persen aliran modal dunia. Pahala menilai selisih itu sebagai ketidakseimbangan yang perlu dikoreksi jika kawasan ingin menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

"Jadi ada imbalance atau ada ketidakseimbangan antara padahal kan kalau kita mau melihat adanya sustainable pertumbuhan tentunya kita juga harus mendapatkan arus permodalan juga," ujar Pahala dalam Coffee Morning Session Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).

Angka 40-50 persen untuk Indonesia disebut Pahala sebagai target internal. Belum ada nilai investasi yang dikunci, sehingga besaran dana yang benar-benar masuk baru akan terlihat setelah forum berlangsung.

Sektor yang Dibidik: Mineral Kritis hingga Ekonomi Kreatif

Agenda NAF memuat sejumlah sektor prioritas. Daftarnya mencerminkan fokus Danantara pada rantai nilai yang menopang pertumbuhan jangka panjang:

  • Mineral kritis dan hilirisasi
  • Energi
  • Infrastruktur digital
  • Ketahanan pangan
  • Pariwisata dan ekonomi kreatif
  • Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia

Pemilihan sektor itu sejalan dengan posisi Indonesia sebagai pemasok bahan baku industri baterai dan energi bersih. Investor jangka panjang biasanya menuntut kepastian regulasi dan kontrak sebelum menempatkan dana di proyek hilirisasi.

Imbal Hasil Investasi Dituntut di Atas 8 Persen

Managing Director Investment Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja menegaskan setiap penempatan dana harus lolos dua syarat: untung secara komersial dan berdampak positif bagi Indonesia. Biaya pendanaan obligasi Danantara dalam dolar AS berada di kisaran 5,35-5,95 persen tergantung tenor.

Setelah dikonversi ke rupiah, target imbal hasil investasi harus melewati 8 persen. "Kita ada target komersial dan juga ada dampak positif buat Indonesia," ujar Stefanus di tempat yang sama.

Besaran target itu tidak seragam. Investasi berisiko tinggi menuntut ekspektasi imbal hasil lebih besar, sedangkan aset yang stabil dan memiliki kontrak bisa memakai target lebih rendah asalkan tetap di atas biaya modal.

Apa Artinya bagi Pelaku Pasar

Bagi investor, angka US$30 miliar sebaiknya dibaca sebagai plafon aspirasi, bukan pipeline deal. Yang lebih terukur adalah struktur biaya modal Danantara: obligasi dolar AS di 5,35-5,95 persen memberi gambaran harga dana yang harus dikalahkan oleh setiap proyek yang dibiayai.

Pelaku bisnis di sektor energi, hilirisasi mineral, dan infrastruktur digital punya peluang menjajaki kemitraan pada forum tersebut. Namun kepastian transaksi baru akan bergantung pada kesiapan dokumentasi proyek dan kejelasan imbal hasil yang ditawarkan.

Follow www.palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks