SUMATERA SELATAN — Seorang dokter berinisial IS di Bandung ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak kandungnya yang baru berusia 3,5 tahun. Kasus ini terungkap setelah sang ibu membawa korban ke dokter dan menemukan robekan 7 sentimeter di organ sensitif anak. Berikut sembilan fakta yang perlu Bunda ketahui agar lebih waspada terhadap tanda-tanda kekerasan seksual pada anak.
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan Anak (PPA) dan Perlindungan Penjualan Orang (PPO) Polda Jabar mengamankan IS setelah laporan keluarga korban masuk. Penangkapan dokter tersebut membuka rangkaian fakta yang membuat banyak orang tua di Indonesia ikut geram.
Berawal dari Kecurigaan Sang Istri
Pada 13 Desember 2025, korban yang masih balita tiba-tiba memeragakan adegan hubungan suami istri di depan ibunya. Saat ditanya, anak itu menyebut adegan tersebut diketahui dari ponsel ayahnya sendiri.
Kecurigaan sang ibu makin kuat ketika anaknya mengeluh sakit di organ sensitif setiap kali buang air kecil. Ibu korban lalu membawa anaknya ke dokter untuk pemeriksaan.
"Terus dicek sama ibunya, itu agak lebam. Ibunya kemudian membawa pergilah ke dokter, dari dokter dilihat ada robekan 7 sentian (di bagian organ sensitif anak korban)," kata pengacara Jabar Bantuan Hukum, Debi Agusfrinsa, kepada detikJabar, Selasa (20/10/26).
Pelecehan Berlangsung Sejak November 2025
Menurut pengakuan korban, tindakan asusila sang ayah sudah berlangsung sejak November 2025. Perbuatan itu terjadi di rumah maupun di hotel saat terduga pelaku sedang bertengkar dengan istrinya.
"Jadi kalau misalnya berantem sama istrinya, dia tuh bawa kabur anaknya pergi ke hotel. Dari situ si anak cerita lah, diajak ke hotel sama ayahnya, dikasih mainan, terus melakukan itu," ujar Debi.
Pelaku Sudah Diamankan Polisi
Dir PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari memastikan pelaku sudah ditangkap. Hingga kabar terakhir, IS masih menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian.
"Sudah diamankan, saat ini masih menjalani pemeriksaan," kata Rumi, Rabu (21/10/26).
Tanda Kekerasan Seksual pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelaku kekerasan seksual pada anak sering kali orang terdekat. Bunda perlu mengenali sejumlah tanda berikut:
- Anak tiba-tiba memeragakan adegan seksual atau menyebut istilah dewasa yang tidak seharusnya diketahui.
- Mengeluh nyeri, gatal, atau lebam di area kelamin dan sekitar paha.
- Menolak didekati atau menunjukkan ketakutan berlebihan pada orang tertentu.
- Perubahan perilaku drastis, seperti menarik diri, mudah marah, atau mengompol kembali.
- Gangguan tidur dan mimpi buruk yang muncul mendadak.
Kapan Harus Segera ke Dokter
Jika Bunda menemukan lebam, robekan, atau pendarahan di area sensitif anak, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan mencatat temuan sebagai bukti medis yang penting untuk proses hukum.
Pendampingan psikolog anak juga tak kalah penting. Trauma akibat kekerasan seksual bisa berdampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan tepat.
Langkah Preventif di Rumah
Ajarkan anak nama-nama bagian tubuh secara benar sejak dini, termasuk area yang tidak boleh disentuh orang lain. Biasakan pula komunikasi terbuka agar anak berani bercerita ketika ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
Pantau juga akses anak terhadap gawai. Dalam kasus ini, korban mengaku mengetahui adegan dewasa dari ponsel ayahnya, yang menunjukkan pentingnya pengawasan konten di rumah.
Kasus dokter di Bandung ini menegaskan bahwa kekerasan seksual pada anak bisa terjadi di lingkungan terdekat sekalipun. Kenali tandanya, jaga komunikasi dengan anak, dan jangan ragu melapor ke pihak berwenang bila menemukan gejala mencurigakan.